TWC Minta Pemerintah Bangun Gondola di Candi Prambanan

PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) atau TWC mengusulkan kepada pemerintah agar Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko bisa terkoneksi dengan cable car alias gondola.
Direktur Utama TWC Edy Setijono mengatakan, kawasan Prambanan membutuhkan gondola untuk memecah konsentrasi wisatawan. Menurut Edy, setiap hari jumlah wisatawan yang masuk ke Candi Prambanan tercatat sebesar 37.000 orang. Sedangkan jumlah yang bertandang ke Candi Ratu Boko hanya 7.000 orang. Padahal kedua candi ini hanya berjarak sekitar 3 km, alias masih berada dalam satu kawasan.
Wisatawan diduga enggan berpindah karena aksesibilitas yang sulit, termasuk tempat parkir yang terbatas.
"Nah kita mengusulkan kalau memungkinkan itu di-support pemerintah, misalnya ya buat cable car. Itu akan membuat distribusi orang yang sudah datang ke Prambanan bisa tersebar ke wilayah yang lain. Jadi efek ekonominya menyebar," ungkap Edy di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (4/2).
Bahkan selain Candi Ratu Boko, ada beberapa destinasi lain yang ada di sekitar Candi Prambanan. Sayangnya selama ini wilayah di sekitar Candi Prambanan dinilai belum terlalu terdampak dari maraknya wisatawan yang berkunjung ke candi tersebut.
Menurut Edy, pihaknya sudah melakukan studi teknis untuk pembangunan gondola di kawasan Prambanan. Ada dua rute yang dihasilkan dari survei tersebut. Pertama, gondola dibangun menyambungkan Candi Prambanan hingga ke Candi Ratu Boko sepanjang 3 km.
Kedua, gondola dibangun dengan rute yang lebih panjang yaitu dari Candi Prambanan melewati Ratu Boko, Tebing Breksi hingga berakhir ke Candi Ijo. Untuk rute ini, panjang gondola diperkirakan mencapai 8 km.
Menurut Edy, dari studi yang dilakukan BUMN tersebut, pembangunan gondola di kawasan Prambanan sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, menurut Edy, hal ini perlu dukungan dari pemerintah lantaran hal tersebut di luar kewenangan TWC.
"Tapi feasibility ekonominya belum kita lakukan. Karena memang ini enggak bisa kami lakukan sendiri. Ini harusnya yang melakukan penugasan pemerintah, siapa pun. Karena itu tidak ada di dalam wilayah kerja kami juga," ujarnya.
Dari studi teknis yang sudah dilakukan, pembangunan gondola ini juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Investasi yang dibutuhkan bisa mencapai USD 5 juta per kilometer.
"Investasinya USD 3,5 juta sampai USD 5 juta per km. Tergantung dari kualitas peralatan," ujarnya.
