Uang Negara Rp 2,5 T di MotoGP Mandalika; Erick Sebut Banyak Profesi Akan Hilang
·waktu baca 3 menit

Pemerintah menggelontorkan uang negara hingga Rp 2,5 triliun untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Informasi mengenai anggaran tersebut menjadi berita yang populer di kumparanBisnis.
Berita itu dilengkapi dengan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengungkapkan bakal ada pekerjaan yang hilang. Berikut ini rangkuman selengkapnya berita populer di kumparanBisnis sepanjang Sabtu (19/3):
Uang Negara Rp 2,5 T Demi MotoGP Mandalika
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan bahwa dana triliunan rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digelontorkan demi menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Ia merinci, negara memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 1,3 triliun. Kemudian pengalokasian APBN melalui anggaran kementerian dan lembaga sebesar Rp 1,18 triliun. Lalu Insentif PPN atas Jasa Kena Pajak Rp 240,73 miliar dan Insentif Bea Masuk dan Pajak Impor Rp 10,41 miliar.
Kata Sri Mulyani, penyelenggaraan MotoGP Mandalika ini patut dibanggakan karena akhirnya Indonesia kembali menjadi tuan rumah rangkaian balap MotoGP setelah 25 tahun menunggu.
Ia menyebut, MotoGP Mandalika berdampak positif pada perekonomian, terutama untuk penduduk di sekitar lokasi MotoGP Mandalika.
"Berkat terselenggaranya acara ini pula, kegiatan perekonomian penduduk sekitar turut berkembang. Bahkan para pembalap ikut memeriahkan acara dengan menggunakan atribut khas Indonesia, seperti topi caping. Mereka juga membagikan momen-momen menyenangkan bersama para pelaku UMKM Lombok selama persiapan acara," kata Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (19/3).
Erick Thohir Ingatkan Mahasiswa, Banyak Pekerjaan Akan Lenyap di Masa Depan
Perkembangan digitalisasi yang masif menyebabkan beberapa jenis pekerjaan akan berubah bahkan terancam hilang digantikan teknologi. Menteri BUMN Erick Thohir pun mewanti-wanti universitas atau mahasiswa untuk bersiap menghadapi disrupsi tersebut.
“Akan banyak jenis pekerjaan yang dulu ada jadi hilang. Untuk memastikan bahwa universitas bersama mahasiswa punya roadmap mana pekerjaan yang tumbuh mana yang hilang. Nanti saya kasih data mana pekerjaan yang tumbuh mana pekerjaan yang hilang,” ujar Erick dalam Acara Multaqo VII OIAA, Sabtu (19/3).
“Enggak ada artinya mendidik tapi enggak menyambung dengan pembukaan lapangan kerja yang enggak ada lagi ke depannya,” sambungnya.
Erick juga mengatakan bahwa instansi pendidikan juga harus mempersiapkan generasi milenial yang melek digital. Sebab meskipun menghilangkan beberapa jenis pekerjaan, era digitalisasi juga membuka banyak jenis pekerjaan lainnya. Erick menekankan di masa depan, generasi muda yang tidak melek digital akan sulit mendapat pekerjaan.
“Tapi cerahnya Indonesia, di era ekonomi digital yang akan dihilirisasi, Indonesia perlu 17 juta lapangan kerja baru untuk mahasiswa yang melek teknologi. Kalo enggak melek teknologi, ke depan akan sulit dapat pekerjaan,” tandasnya.
****
Kuis kumparanBISNIS hadir lagi untuk bagi-bagi saldo digital senilai total Rp 1,5 juta. Kali ini ada kuis tebak wajah, caranya gampang! Ikuti petunjuknya di LINK INI. Penyelenggaraan kuis ini waktunya terbatas, ayo segera bergabung!
