Kumparan Logo

Uang Primer Tumbuh Jadi Rp 2.353 T Per September 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah uang kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui angka 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah uang kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui angka 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Bank Indonesia (BI) mencatat Uang Primer (M0) Adjusted tumbuh 9,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2.353,1 triliun pada September 2026.

“Melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 16,3 persen (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp 2.353,1 triliun,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Deny Prakoso, melalui keterangannya, Rabu (7/10).

Ramdan menambahkan, perkembangan M0 Adjusted pada September 2026 dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,8 persen yoy serta giro bank umum di BI yang telah disesuaikan (adjusted) sebesar 3,9 persen yoy.

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” jelas Ramdan.

M0 Adjusted merupakan indikator perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

BI mulai menyesuaikan perhitungan M0 Adjusted sejak Januari 2025. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer sekaligus pengaruh kebijakan likuiditas yang diterapkan Bank Indonesia.