Kumparan Logo

Ubah Sampah #JadiBaruLagi, Le Minerale Tampilkan Produk Recycle PET di HLH 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Le Minerale menampilkan produk hasil daur ulang plastik rPET (recycled PET) dalam Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-24 Juni 2025. Foto: dok. Le Minerale
zoom-in-whitePerbesar
Le Minerale menampilkan produk hasil daur ulang plastik rPET (recycled PET) dalam Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-24 Juni 2025. Foto: dok. Le Minerale

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2025 dengan tema "Hentikan Polusi Plastik", Le Minerale turut berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya pengurangan sampah plastik di Indonesia.

Le Minerale ikut serta dalam Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-24 Juni 2025 dan menampilkan produk daur ulang kemasan plastik PET.

Melalui pameran HLH 2025, Le Minerale menegaskan komitmennya dalam mendukung target Pemerintah mengurangi 70 persen sampah plastik yang masuk ke laut pada 2025.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut serta target pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen dari total timbulan sampah pada 2029 terkait pelaksanaan Peraturan Menteri LHK No P75 Tahun 2019 (P75) tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat membuka acara peringatan HLH 2025 menekankan bahwa tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri dalam mengatasi permasalahan polusi plastik ini. Kolaborasi komprehensif dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.

Pameran yang dihadiri 130 booth dari berbagai sektor ini dinilai menjadi platform strategis untuk mempertemukan solusi inovatif dalam mengatasi tantangan lingkungan hidup Indonesia.

Hanif juga mengharapkan kerja sama nasional dapat dicapai dalam Expo dan Forum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 untuk menangani ancaman polusi plastik dengan tindakan lintas sektor.

Mengacu data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah Indonesia telah mencapai 56,6 juta ton pada 2023, dengan capaian pengelolaan baru mencapai 39,01 persen atau 22,09 juta ton. Sisanya, sebesar 60,99 persen atau 34,54 juta ton sampah masih perlu pengelolaan yang lebih baik.

Berdasarkan data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) menunjukkan bahwa plastik jenis PET atau yang biasa digunakan untuk botol minuman memiliki tingkat daur ulang yang lebih tinggi dibandingkan jenis plastik lainnya.

Studi SWI dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR) yang berlangsung sepanjang Juli hingga Desember 2024 dan diluncurkan pada April 2025 melalui Recycling Rate Index (RRI) juga menyebutkan bahwa tingkat daur ulang botol PET bisa mencapai 71 persen.

Produk hasil daur ulang plastik rPET (recycled PET) Le Minerale berupa baju dan sepatu dengan brand lokal Kivee dan Pijak Bumi. Foto: dok. Le Minerale

Karenanya, Le Minerale di peringatan HLH tahun ini terus melakukan koordinasi dan kolaborasi aksi dengan berbagai pihak mulai dari collection hingga recycle kemasan plastik PET.

Sustainability Manager Le Minerale, Tania Ariningtyas, menyebutkan, upaya daur ulang kemasan plastik PET ini telah dilakukan Le Minerale di pabrik daur ulang plastik berstandar food grade yang dibangun di Jawa Timur, yaitu PT Bumi Indus Padma Jaya.

“Botol PET jika terpilah dengan benar dapat didaur ulang menjadi berbagai produk bermanfaat. Sehingga tidak akan berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan," jelas Tania.

Le Minerale pun menampilkan produk inovatif hasil daur ulang plastik rPET (recycled PET) tersebut dalam pameran HLH berupa baju dan sepatu dengan brand lokal Kivee dan Pijak Bumi.

Ia mengatakan, produk-produk ini membawa pesan bahwa barang hasil daur ulang tetap dapat memberikan kenyamanan dan kualitas yang tidak kalah dengan produk konvensional.

Menariknya, produk yang ada di booth Le Minerale ini juga mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Menteri LH berkesempatan menjelaskan secara komprehensif upaya pengelolaan plastik PET terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi hingga transformasi menjadi produk yang #JadiBaruLagi.

"Kami berkomitmen menerapkan pendekatan circular economy dalam setiap aspek bisnis. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan kemasan paska konsumsi plastik PET," kata Tania.

Ia pun menegaskan, Le Minerale akan terus mengembangkan program edukasi kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Partisipasi Le Minerale dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini sejalan dengan kampanye global dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.