Kumparan Logo

Uji Tabung CNG 3 Kg Hampir Rampung, Tinggal Tahap Uji Tembak

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat bertemu dengan wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat bertemu dengan wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi memasuki tahap akhir. Saat ini proses pengujian tinggal menyisakan uji tembak sebelum tabung tersebut dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Bahlil mengatakan dirinya baru menerima paparan mengenai perkembangan tabung CNG 3 kilogram beserta katup (valve)-nya beberapa hari lalu. Berdasarkan laporan yang diterimanya, rangkaian pengujian yang dilakukan oleh Lemigas hampir selesai.

"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir. Tetapi menurut informasi yang saya terima dari hasil mereka tinggal uji tembak saja yang belum," kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (3/8).

Menurut Bahlil, uji tembak dilakukan untuk memastikan ketahanan tabung dalam kondisi ekstrem, termasuk terhadap paparan panas hingga sekitar 850 derajat Celsius. Tahapan ini menjadi salah satu syarat akhir sebelum proses pengembangan dinyatakan rampung. Ia menambahkan, pengujian tersebut dilakukan baik di Indonesia maupun di China.

"Dua-duanya dilakukan. Jadi kita juga tembak juga. Kau doakan saja, doakan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta," ujarnya.

Pengembangan tabung CNG 3 kilogram merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan diversifikasi bauran energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram yang selama ini masih disubsidi. Selama ini, penggunaan CNG dalam bentuk tabung baru banyak dimanfaatkan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).

Sebelumnya, Bahlil menyebut uji coba tabung CNG 3 kilogram masih dilakukan di China. Setelah seluruh tahapan pengujian selesai, pemerintah akan menggandeng PT Pindad (Persero) untuk melanjutkan pengembangan produk tersebut di dalam negeri.

"Uji coba belum selesai ya, masih dilakukan uji coba di China, habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini, kita akan melakukan dengan Pindad," ujar Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Sementara itu Dirjen Migas Laode Sulaeman mengatakan, uji coba tabung CNG Merah Putih bakal selesai akhir Juli 2026, kemudian sampelnya dikirim ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas.

Laode menyebut uji coba pertama kali rencananya dilakukan di kota-kota besar. Meski demikian ia belum bisa menjelaskan dengan rinci skema pemasaran dan produksi tabung CNG yang akan mensubstitusi LPG subsidi.

PT Pindad (Persero) telah menandatangani perjanjian riset dan pengembangan bersama strategis dengan PT Pertamina (Persero) pada 6 Januari 2026.

Penandatanganan kerja sama strategis ini bertujuan untuk kerja sama pengembangan natural gas untuk kemandirian energi nasional. Kerja sama itu diteken Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Ruang lingkup perjanjian kerja samanya mencakup kajian teknis dan desain; kajian standardisasi dan regulasi;

instagram embed

serta kajian ekonomi dan pasar terkait natural gas.