Kumparan Logo

UKM Binaan Indonesia Eximbank Hasilkan Transaksi 20 Ton Pala Ekspor ke China

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pala Foto: Shutterstock/Sea Wave
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pala Foto: Shutterstock/Sea Wave

Indonesia memiliki sejarah panjang peran strategis dalam perdagangan pala dunia. Hingga saat ini, Indonesia merupakan produsen dan eksportir pala terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 70–80% terhadap kebutuhan global, berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Perdagangan. China dan Vietnam menjadi dua pasar utama yang menyerap ekspor pala Indonesia.

Pada periode Januari–Mei 2026, kajian Indonesia Eximbank Institute mencatat terjadi pelemahan ekspor pala yang sejalan dengan penurunan permintaan dunia, khususnya negara tujuan ekspor Tiongkok. Ekspor pala, bunga pala, kapulaga (HS 0908) mengalami kontraksi pada akumulasi nilai dan volume masing-masing sebesar -12,8% dan -18,2% (ctc) dibanding akumulasi periode Januari – Mei 2025. Hal ini dikarenakan perlambatan ekonomi yang menjadi penyebab pelemahan konsumsi rumah tangga di Tiongkok.

Dalam upaya meningkatkan kembali ekspor pala ke negara tujuan ekspor Tiongkok, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank bersinergi dengan Kementerian UMKM RI hadir dan berpartisipasi pada pameran The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 yang diselenggarakan di Guangzhou, China oleh Ministry of Industry and Information Technology China pada tanggal 3-6 September 2026 untuk mendukung akses pasar Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia ke buyer potensial.

Indonesia Eximbank mendampingi UKM dan debitur di sektor rempah dan produk kelapa dengan memanfaatkan kegiatan Business Matching yang difasilitasi oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia untuk membuka akses pasar di Tiongkok. Dukungan tersebut turut dirasakan manfaatnya oleh CV Alpha Agro Indonesia, salah satu eksportir rempah yang berhasil mencatatkan transaksi pasca pameran sebesar 20 ton pala dengan nilai mencapai Rp181,3 juta.

LPEI bersinergi dengan Kementerian UMKM RI berpartisipasi di The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair, Chuangzou pada 3-6 Setpember 2026. Foto: LPEI

Manager CV Alpha Agro Indonesia, Lusy, menyebutkan bahwa keikutsertaan perusahaannya dalam pameran tersebut tidak hanya bertujuan untuk mencari buyer dan meningkatkan branding di pasar luar negeri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempelajari karakteristik calon pembeli serta memahami kebutuhan pasar.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan Pemerintah, salah satunya melalui LPEI, sehingga kami dapat berpartisipasi dalam pameran ini. Bagi kami, keikutsertaan ini tidak hanya menjadi sarana untuk membangun branding, tetapi juga untuk melakukan benchmarking dan memahami kebutuhan pasar, termasuk preferensi buyer, skema pembayaran, serta proses pengiriman,” ujar Lusy melalui keterangan tertulis.

Lusy menegaskan bahwa keberhasilan UKM dalam pameran internasional tidak semata diukur dari transaksi yang tercipta selama pameran, tetapi dari kemampuan mengubah pertemuan dengan calon buyer menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Karena proses menuju kesepakatan ekspor membutuhkan waktu, UKM perlu secara konsisten menindaklanjuti komunikasi dengan calon buyer, sekaligus memastikan kualitas produk dan kontinuitas pasokan agar siap memenuhi permintaan ketika transaksi disepakati.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM Republik Indonesia yang mendorong UMKM berorientasi ekspor dalam membangun kemitraan bisnis pada CISMEF 2026, di mana Kementerian UMKM Republik Indonesia berpartisipasi sebagai co-host country, ke-2 kalinya sejak tahun 2013.

“CISMEF 2026 menjadi momentum penting bagi UKM Indonesia untuk memperluas akses pasar dan membangun kemitraan dengan buyer di Tiongkok. Kami mengapresiasi Kementerian UMKM Republik Indonesia yang terus mendorong UMKM berorientasi ekspor untuk memanfaatkan peluang pasar global," kata Maria.

“Sejalan dengan mandatnya, Indonesia Eximbank hadir mendampingi UKM, baik dalam membuka akses pasar maupun meningkatkan kapasitas usaha. Kami berharap sinergi ini dapat membantu semakin banyak UKM Indonesia untuk naik kelas dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan di pasar global,” tambahnya.

Indonesia Eximbank akan mendorong ekspor nasional melalui layanan Pembiayaan termasuk modal kerja dan investasi eksportir, Penjaminan, Asuransi, serta Jasa Konsultasi yang memberikan pelatihan dan pendampingan agar UMKM berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan menjangkau pasar mancanegara secara berkelanjutan.