Kumparan Logo

UMKM Binaan LPEI Siap Ekspor Talas 250 Ton ke Australia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
indonesia Eximbank. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
indonesia Eximbank. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan mendapatkan penugasan untuk membantu pelaku UMKM tembus pasar global. Hal ini dilakukan melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Usaha Kecil Menengah (PKE UKM).

Salah satu UMKM yang berhasil ekspor adalah CV Nusantara Jaya Food. Pada tahun ini, perusahaan akan ekspor talas beku ke Australia dengan kapasitas 250 ton per tahun.

Sebelumnya pada tahun 2021, perusahaan berhasil ekspor singkong beku ke Belanda. Selanjutnya di tahun lalu, perusahaan juga melakukan ekspor singkong beku ke Curacao, negara kepulauan yang berada di selatan Laut Karibia, dekat pesisir Venezuela tersebut.

Pemilik CV Nusantara Jaya Food, Novitha Herawati, mengatakan bahwa dukungan LPEI tidak hanya sebatas dalam aspek pembiayaan. Menurutnya, jaringan bisnis baru serta kemudahan dalam memanfaatkan asuransi ekspor mampu memberikan proteksi selama bertransaksi ekspor.

“Kami menilai asuransi ekspor LPEI memberikan fasilitas yang lebih lengkap, salah satunya asuransi gagal bayar yang disediakan LPEI, sehingga kami merasa lebih aman dan nyaman apabila terjadi gagal bayar," ujar Novitha dalam keterangannya, Senin (29/5).

instagram embed

Ia menambahkan, asuransi ekspor memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. "Jadi lebih percaya diri dan fokus dalam scalling-up bisnis tanpa khawatir apabila terjadi gagal bayar,” jelasnya.

Selain ekspor, CV Nusantara Jaya Food juga membangun kemitraan dengan lebih dari 5.000 para petani lokal untuk mendukung ketersediaan produk yang akan di ekspor. Selanjutnya juga melakukan pendampingan secara rutin dengan kegiatan edukasi kepada para petani untuk meningkatkan kompetensi dan menghasilkan produk berstandar ekspor.

“Misi kami saat ini ingin mengubah mindset para petani lokal, khususnya generasi muda, bahwa industri pertanian bisa menjadi bisnis yang menjanjikan dan memberikan masa depan seperti bisnis konvensional pada umumnya, tentunya dengan kompetensi dan kualitas yang perlu ditingkatkan," tambahnya.