UMKM Dinilai Bisa Tingkatkan Kinerja Lewat Pelatihan Pasar Modal
·waktu baca 2 menit

Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menilai UMKM bisa meningkatkan kinerjanya dengan mengikuti pelatihan terkait pasar modal. Untuk itu, HIPKA bakal menggelar pelatihan tersebut.
Ketua Umum HIPKA, Kamrussamad, menyebut saat ini tercatat sudah ada 102 pendaftar dari seluruh Indonesia. Ia menjelaskan pelatihan pasar modal juga bertujuan agar pelaku UMKM bisa Initial Public Offering atau IPO di Bursa Efek Indonesia.
"Ini adalah salah satu upaya kami untuk mendorong pasar modal lebih membumi dan dikenal lagi oleh teman-teman pelaku usaha termasuk UMKM, sehingga bisa listing di papan akselerasi maupun perusahaan untuk bisa IPO nantinya pada saat waktu yang diharapkan," kata Kamrussamad saat forum Economic Outlook 2023 HIPKA di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, Senin (9/1).
Kamrussamad menegaskan di era saat ini yang tak kalah penting untuk ditingkatkan adalah kompetensi dan kolaborasi. Ia memastikan kedua hal tersebut juga terus dilakukan oleh HIPKA.
"Karena itulah, HIPKA merasa perlu untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi bersama dengan stakeholder ekonomi nasional termasuk Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) dan Otoritas Jasa Keuangan," ujar Kamrussamad.
Kepala BSBI, Edhie Purnawan, mengatakan pihaknya juga sedang bekerja sama dengan DPR untuk mengembangkan program-program penunjang UMKM, salah satunya terkait digitalisasi.
Edhie optimistis dengan adanya UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), BI dapat mengambil peran yang lebih aktif lagi untuk meningkatkan kinerja UMKM.
“Apa saja kira-kira yang telah dilakukan BI (untuk UMKM)? Salah satunya tentang digitalisasi UMKM. Di eberapa tempat ada digitalisasi jual beli. Di Jawa Tengah itu sering transaksi digital based on website. Ada e-financing juga aplikasi BI agar lebih mudah diberikan tunjangan biaya,” ungkap Edhie.
