Kumparan Logo

Uniqlo Naikkan Gaji karyawan 40 Persen, Imbas Inflasi Jepang yang Melesat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Instalasi koleksi UNIQLO Flannel Fall Winter 2022. Foto: Dok. UNIQLO Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Instalasi koleksi UNIQLO Flannel Fall Winter 2022. Foto: Dok. UNIQLO Indonesia

Perusahaan ritel asal Jepang, Uniqlo, akan menaikkan upah hingga 40 persen kepada para karyawannya di tahun ini. Hal tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah dan bank sentral Jepang yang berupaya mengimbangi biaya impor dan meningkatkan konsumsi, lewat kenaikan gaji secara nasional.

Mengutip Reuters, Sabtu (14/1), pertumbuhan pasar tenaga kerja Jepang memang sedang melemah. Belum lagi, kenaikan harga (inflasi) yang terjadi menyebabkan upah riil pekerja terkontraksi selama delapan bulan beruntun hingga November 2022.

Analis memperkirakan perusahaan di Jepang hanya menawarkan kenaikan tahunan sekitar 2,7 persen, selama musim semi.

Kondisi tersebut diakui menjadi masalah terbesar bagi ekonomi negara terbesar ketiga di dunia tersebut. Jika dihitung, gaji rata-rata per tahun di Jepang berkisar USD 39.711 atau setara Rp 600.220.106 (asumsi kurs 15,112) pada 2021.

Ilustrasi para pekerja di Jepang yang terlihat memadati stasiun kereta untuk berangkat kerja Foto: Shutterstock

Angka gaji tahunan ini jauh di bawah rata-rata standar Organisasi untuk Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan atau Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) sebesar USD 51.607 atau setara Rp 779.905.746.

"Selain Fast Retailing (Uniqlo), ada sejumlah perusahaan yang hingga tahun lalu secara signifikan meningkatkan tingkat kenaikan gaji mereka. Itu merupakan faktor positif bagi perekonomian Jepang," kata Taro Saito, peneliti eksekutif di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Reuters.

Keputusan Uniqlo itu pun disambut baik oleh pemerintah Jepang, guna menghadapi lonjakan inflasi. "Kami menyambut baik laporan perusahaan yang telah mengumumkan kebijakan kenaikan upah yang agresif," kata Hirokazu Matsuno, juru bicara pemerintah, dalam konferensi pers.

Ilustrasi Uniqlo. Foto: REUTERS/Petar Kujundzic

"Kami percaya bahwa cara terbaik untuk mengatasi kenaikan harga saat ini adalah dengan mewujudkan kenaikan upah yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Di mana, inflasi harga konsumen inti Jepang naik menjadi 3,7 persen pada November, tertinggi sejak 1981. Hingga saat ini, Bank of Japan (BOJ) masih mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar untuk mendorong perekonomiannya.

Tapi awal minggu 2023 ini, BOJ mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga obligasi pemerintah 10 tahun dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen .Akibatnya, mata uang Jepang melonjak terhadap dolar AS, mencapai 151 yen per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 1990.

embed from external kumparan