Untungnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Our Ocean Conference

16 Oktober 2018 15:38 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Workshop Our Ocean Conference di Hotel Aryaduta. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Workshop Our Ocean Conference di Hotel Aryaduta. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan Our Ocean Conference (OOC) pada 29 hingga 30 Oktober mendatang di Nusa Dua, Bali. Ini merupakan gelaran kelima kalinya setelah sebelumnya OCC ke-4 digelar di Malta pada 5 hingga 6 Oktober 2017.
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2014, konferensi internasional ini mengundang pemimpin-pemimpin dunia yang berkecimpung di sektor kelautan dan memiliki komitmen melakukan perubahan bersama guna mengubah tantangan menjadi peluang kerja sama, inovasi, dan keberlanjutan.
Kepala Pusat Riset Perikanan Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Toni Ruchimat mengatakan digelarnya OOC 2018 ini menjadi bukti kuatnya komitmen Indonesia dalam menghadapi isu-isu kemaritiman, khususnya Illegal, Unreported, dan Unregulated Fishing (IUU Fishing).
“Dunia perlahan sudah mulai mengakui bahwa kita sangat fokus memberantas IUU Fishing dan beberapa isu-isu maritim lainnya. Ini akan jadi momentum yang sangat besar bagi laut Indonesia,” katanya saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (16/10).
Ikan Tuna di Laut Bone (Foto: Dok. Ketua LSM Yayasan Mattirotasi)
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Tuna di Laut Bone (Foto: Dok. Ketua LSM Yayasan Mattirotasi)
Dia menambahkan Indonesia sudah melakukan berbagai persiapan penyelenggaraan event ini. Selain perencanaan konsep, tema, strategi komunikasi, dan persiapan logistik penyelenggaraan OOC kelima, hal terpenting yang juga disiapkan adalah pengukuran pengembangan komitmen seluruh peserta yang terlibat dalam konferensi ini.
ADVERTISEMENT
“Di gelaran ini nanti, kita akan juga mendapat masukan dari semua delegasi peserta untuk mengatasi beberapa isu laut yang mungkin masih belum bisa kita tangani, seperti misalnya sampah plastik di laut,” tambah Toni lagi.
Dalam kegiatan ini nanti, akan ada 6 topik pembahasan yang akan didalami oleh para peserta forum. Keenam topik tersebut adalah perikanan tangkap yang berkelanjutan, perubahan iklim, kemanan laut, keberlanjutan ekonomi laut, polusi maritim, dan area kawasan laut yang dilindungi.