Kumparan Logo

Urea Susah Bersaing, Pusri Bangun Pabrik NPK Kedua

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Ida. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Ida. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) atau Pusri akan membangun pabrik NPK Fusion II di Palembang pada 2018. Hal ini untuk menambah pemasukan perusahaan, di tengah rendahnya daya saing produk pupuk urea yang dihasilkan.

Direktur PT Pusri Mulyono Prawiro mengatakan, Pusri masih kesulitan menekan biaya produksi pupuk urea karena harga gas yang ditetapkan pemerintah masih terlalu tinggi. Sehingga perseroan membidik pasar pupuk NPK.

"Pusri sebelumnya sudah sukses membangun pabrik NPK Fusion I dengan produksi 100 ton per tahun. Kini Pusri membangun NPK Fusion II yang ditargetkan selesai pada 2019," kata Mulyono Prawiro seusai penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT Wijaya Karya, di Palembang, Selasa (12/12).

Mulyono seperti dilansir Antara, mengatakan Pusri membidik bisnis pupuk NPK, karena penggunaan pupuk majemuk sedang tinggi permintaannya. Hal ini seiring dengan program ketahanan pangan pemerintah.

Pabrik Pupuk Swijaya. (Foto: dok. Pupuk Sriwidaja Palembang)
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik Pupuk Swijaya. (Foto: dok. Pupuk Sriwidaja Palembang)

Selain itu, bisnis pupuk NPK ini seiring dengan visi misi perusahaan yang ingin menjadi pabrik pupuk berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Seperti diketahui, pabrik yang dibangun ini berdekatan dengan pabrik Pusri 2B yang menggunakan tenologi terbaru.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aat Asikin Idat mengatakan, perusahaan pupuk milik pemerintah harus cepat merespon perubahan pasar, terkait kebutuhan konsumen akan pupuk berkualitas dan berharga murah.

Untuk diketahui, bisnis pupuk urea sangat tergantung dengan harga gas sebagai bahan baku utamanya. Sementara harga gas industri masih di kisaran sekitar USD 6 per MMBTU. Sedangkan di sisi lain, para pesaing bisa membeli gas dengan harga USD 4 per MMBTU.

Pada saat yang sama, menurut Aat, saat ini produksi pupuk urea di pasaran internasional juga melebihi permintaan. Sehingga kalau pun harga urea Pusri bisa bersaing dengan produk lain, peluang untuk merambah ke pasar luar negeri juga menjadi kecil.

com-Peremajaan Kelapa Sawit (Foto: Kementan)
zoom-in-whitePerbesar
com-Peremajaan Kelapa Sawit (Foto: Kementan)

PT Pupuk Indonesia selaku holding pabrik pupuk menilai, pembangunan pabrik NPK merupakan pilihan terbaik untuk menyiasati keadaan ini. Setelah Pusri, pada tahun depan langkah ini juga akan diikuti PT Pupuk Kaltim, PT Petro Kimia Gersik, dan PT Pupuk Kujang.

"Pusri sudah memulainya lebih dahulu dan semoga saja cepat diterapkan di perusahaan pupuk lain," kata dia.

Dengan pembangunan pabrik NPK baru, produksi pupuk jenis itu dari PT Pupuk Indonesia pada 2021 diperkirakan mencapai 6 juta ton per tahun, dibandingkan saat ini 3,4 juta ton. Proyeksi kebutuhan NPK juga diperkirakan meningkan seiring program peremajaan perkebunan sawit dan karet.