Kumparan Logo

Urusan dengan China Belum Beres, Trump Ajak Ribut Meksiko

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump adakan buka puasa bersama di Gedung Putih, Washington, Senin, (13/5/2019). Foto: REUTERS/Leah Millis
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump adakan buka puasa bersama di Gedung Putih, Washington, Senin, (13/5/2019). Foto: REUTERS/Leah Millis

Proses penyelesaian perang dagang China dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, walaupun sempat berjalan lambat. Belum tuntas dengan China, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menghukum Meksiko. Trump menjatuhkan tarif 5 persen terhadap seluruh produk impor asal Meksiko mulai 10 Juni nanti. Pemicunya, Meksiko dinilai pasif dalam penanganan banjir imigran gelap ke AS melalui perbatasan kedua negara.

"Meksiko pasif dalam upaya pencegahan masuknya imigran (di perbatasan AS-Meksiko)," kata Trump seperti ditulis The Wall Street Journal (WSJ), Jumat (31/5).

Masih menurut WSJ, Meksiko sendiri tercatat sebagai mitra dagang terbesar nomor 3 bagi AS. Trump pun mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen mulai 1 Oktober 2019 bila pemerintah Meksiko tak melakukan tindakan yang memuaskan.

Trump menambahkan, "Bila penanganan krisis imigran bisa diatasi melalui tindakan tepat oleh Meksiko, kita akan cabut pengenaan tarif," lanjut Trump.

Menanggapi serangan Trump, Presiden Meksiko Andrés Manuel López langsung berkirim surat ke Gedung Putih. López mengusulkan dialog kepada pemerintah AS.

Salah seorang imigran melintasi lubang dibawah pagar pembatas yang memisahkan Meksiko dan AS. Foto: AFP/GUILLERMO ARIAS

"Masalah sosial (imigrasi) tak bisa diselesaikan dengan pajak atau keputusan memaksa," ungkap López.

Meksiko, lanjut López, telah melakukan tindakan maksimal tanpa melanggar hak asasi manusia untuk mencegah banjir imigran dari Amerika Latin ke AS melalui Meksiko.

"Saya bukannya tak berani, saya bukan pecundang atau tak percaya diri, itu masalah besar. Saya mempercayai politik dari berbagai opsi dalam upaya mencegah konfrontasi dan perang," tutur López.

Lanjut López, ia telah meminta Trump untuk memberikan waktu agar otoritas AS dan Meksiko bisa bertemu. Meksiko akan diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri, Marcelo Ebrard. Ebrard akan terbang ke AS hari ini.

Akibat keputusan Trump soal tarif, bursa saham di Jepang langsung terpukul. Saham-saham perusahaan otomotif Jepang tertekan akibat aktivitas investasi jaringan distribusi kendaraan mereka yang berada di perbatasan AS-Meksiko. Kemudian, mata uang Meksiko yakni peso juga langsung terdepresiasi 2 persen.