Usai IPO, Emiten Logistik Alfamidi (LAJU) Targetkan Laba Tumbuh 25 Persen
·waktu baca 2 menit

Emiten logistik Alfamidi, PT Jasa Berdikari Logistic Tbk (LAJU) menetapkan target laba tumbuh 25 persen usai melantai di bursa atau IPO.
Bertambahnya permintaan dari klien-klien dan adanya potensi penambahan pelanggan di tahun 2023, manajemen LAJU sangat optimis bahwa target pertumbuhan pada 2023 dapat dicapai.
"Growth laba dijaga di 25 persen per tahun. CAGR di atas 30 persen jadi masih sangat bagus, toplinenya growth-nya bagus, bottom line juga terjaga," ujar Dewan Komisaris Jasa Berdikari Logistic Dimas Teguh Mulyanto saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (27/1).
Saat ini LAJU mempunyai 4 klien untuk jasa logistik, yaitu PT Midi Utama atau Alfamidi, PT Tirta Sukses Perkasa, PT SIRCLO, dan PT Muliakeramik. Perseroan sedang menjajaki kontrak baru dengan berbagai perusahaan.
"Kita lagi final discussion untuk kontrak-kontrak baru. Penjajakan banyak, tapi yang sudah final discussion ada 2. Semua di luar grup alfamidi," katanya.
Dimas menyebut Perseroan tidak menetapkan target penambahan jumlah armada, karena bergantung dari kebutuhan klien. Lokasi armada berada di daerah Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Adapun sebesar 23,7 persen dari dana hasil IPO disalurkan untuk pembelian unit armada guna mendukung peningkatan operasional perseroan.
Jasa Berdikari Logistics merupakan perusahaan layanan logistik terintegrasi yang menyediakan jasa pengelolaan logistik, baik untuk pengiriman (distribusi barang) maupun manajemen pergudangan.
Dalam laporan keuangan unaudited November 2022, LAJU meraih pendapatan sebesar Rp 147 miliar atau tumbuh 26 persen YoY dengan capaian laba neto tahun berjalan sebesar Rp 12 miliar.
Di samping itu, perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen di tahun 2022 dibandingkan dengan laporan keuangan audited tahun sebelumnya.
