Kumparan Logo

Usai IPO, Hillcon (HILL) Incar Pendapatan Rp 6 Triliun di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direksi dan Komisaris PT Hillcon Tbk (HILL) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/3/2023). Foto:  Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direksi dan Komisaris PT Hillcon Tbk (HILL) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Emiten kontraktor tambang, PT Hillcon Tbk (HILL), resmi mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini meraup dana IPO senilai Rp 522,83 miliar.

Direktur Hillcon Jaya Angdika mengatakan kontribusi batu bara dari pendapatan mencapai 55 persen pada tahun 2023. Sedangkan jasa pertambangan nikel menyumbang sekitar 44 persen.

"Pendapatan mencapai Rp 6 triliun (tahun ini) dengan laba bersih Rp 700-800 miliar, meningkat dibanding tahun lalu, hampir dua kali lipat," kata Jaya usai konferensi pers IPO Hillcon di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/3).

Hillcon menargetkan produksi nikel mencapai 15 juta metrik ton pada tahun 2023. HILL akan terus menggenjot pengembangan pertambangan nikel, sehingga kontribusi terhadap pendapatan bisa setara dengan segmen batu bara di tahun 2024.

"Porsi batu bara dan nikel 2024 bisa 50:50 tapi tergantung perkembangan pipeline," ujarnya.

Jaya menegaskan anggaran belanja modal (capital expenditure) atau capex bukan hanya berasal dari dana IPO, namun juga bantuan dari institusi keuangan seperti perbankan dan multifinance. HILL menetapkan capex senilai Rp 900 miliar untuk pembelian alat.

Adapun perolehan dana dari IPO akan digunakan untuk mendukung perkembangan bisnis entitas anak perusahaan Perseroan yaitu PT Hillconjaya Sakti (HS) dengan rincian 55 persen untuk modal kerja terkait dengan biaya produksi penambangan, termasuk biaya terkait bahan bakar, biaya overhead, pemeliharaan seluruh alat-alat berat.

Sisanya 45 persen akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS yaitu berupa alat berat (main fleet dan supporting fleet) beserta sarana penunjang lainnya.