Kumparan Logo

Usai Jadi Tempat Upacara 17 Agustus, Begini Progres Pembangunan di IKN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo tiba untuk menghadiri upacara HUT ke-79 RI Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo tiba untuk menghadiri upacara HUT ke-79 RI Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan progres pembangunan Istana Negara dan lapangan upacara di IKN mencapai 93 persen.

“Gedung Istana dan lapangan upacara 93 persen yang kemarin dipakai upacara 17-an. Kemudian Gedung Istana Garuda itu adalah kantor presiden di belakangnya, progresnya 93 persen,” ujar Basuki dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (21/8).

Basuki membeberkan progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di IKN mencapai 92 persen. Kementerian PUPR berkomitmen dalam meningkatkan kualitas air minum di sana.

Plt Ketua Badan Otorita IKN itu juga merinci infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mencapai 99 persen. Sedangkan pembangunan infrastruktur di IKN yang sudah selesai antara lain Embung MBH, Sumbu Kebangsaan IKN, dan duplikasi Jembatan Pulau Balang.

“Infrastruktur jalan dan jembatan antara lain untuk jalan Tol IKN 3A dengan progres 83 persen, Tol IKN Seksi 3B progres 96 persen, dan Tol IKN Seksi 5A 91 persen,” ujar Basuki.

Sedangkan pembangunan jalan feeder di sekitar IKN baru sekitar 84 persen. Secara keseluruhan, anggaran dukungan infrastruktur dasar IKN mencapai Rp 41,41 triliun dengan progres pelaksanaan 50,4 persen.

“Dukungan infrastruktur IKN tahun 2024 sebesar Rp 41,41 triliun. Progres pelaksanaan paket fisik IKN pada 20 Agustus 2024 adalah 50,4 persen dengan batch 1 pada tahun sebelumnya 40 paket 91,4 persen,” jelas Basuki.

“Batch 2 sebanyak 31 paket 56,3 persen, dan batch 3 sebanyak 13 paket 14 persen,” tambahnya.