Usai Legok Nangka, PSEL Bakal Dibangun di Bekasi, Depok hingga Bogor

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan akan ada beberapa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dibangun di Jawa Barat, menyusul dimulainya pembangunan PSEL Legok Nangka.
Yuliot mengatakan hal itu menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi tumpukan sampah di perkotaan. PSEL berikutnya akan dibangun di Bekasi hingga Bogor.
"Ada beberapa fasilitas pengelolaan sampah terpadu seperti ini (Legok Nangka) yang dilakukan, pertama ini di Jawa Barat dan juga nanti akan kita lakukan juga di beberapa aglomerasi, ada Bogor Raya, Bekasi Raya, dan kita harapkan ada Bogor-Depok," ungkapnya kepada awak media di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7).
Yuliot menekankan PSEL tak menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga bisa meningkatkan ketersediaan energi nasional. Di samping itu, ada potensi ekonomi sirkular karena bisa menghasilkan bahan bakar nabati (BBN) yang berasal dari sampah plastik.
"Kita nanti akan mengintegrasikan berbagai teknologi jadi sehingga ketahanan energi baik listrik, BBM, dan juga ini ada bioenergi yang akan bisa dihasilkan dari kegiatan-kegiatan ini," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan PSEL Legok Nangka dapat menjadi model sistem pengolahan sampah modern. Dia menargetkan Jawa Barat menjadi penghasil listrik terbesar di Indonesia.
"Jawa Barat itu akan menjadi provinsi penghasil energi listrik terbesar di Indonesia. Bendungan ada berapa, pembangkit listrik tenaga surya ada berapa, geothermal ada berapa, ditambah lagi pembangkit listrik tenaga sampah yang paling banyak nanti di Jawa Barat," ungkap Dedi.
Dedi menyebut proyek PSEL akan dibangun di Bandung Raya beserta Kabupaten Garut, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
"Ke depan tinggal satu lagi yang harus kita dorong adalah di wilayah Cirebon dan sekitarnya, itu juga problem jumlah sampahnya sangat banyak," tandasnya.
PSEL di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah tercantum RUPTL 2025-2034, yakni dengan kapasitas kuota untuk Provinsi Jawa Barat sebesar 90 MW.
Proyek PSEL Legok Nangka merupakan proyek PSEL pertama yang menggunakan skema KPBU, dengan fasilitas VGF sebesar Rp 1,34 triliun dari Kementerian Keuangan. Target Commercial Operating Date (COD) proyek ini yaitu kuartal I 2029.
Nilai investasi proyek ini mencapai USD 400 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Pengembangnya adalah PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), merancang kapasitasnya sebesar 40,79 MW.
Proyek ini dapat mengolah 2.131 ton sampah per hari yang dipasok dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut, serta diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO₂ ekuivalen.
Berdasarkan Peraturan Presiden No 35 Tahun 2018, PSEL yang telah beroperasi yakni PSEL Benowo 9 MW di Surabaya dikembangkan oleh PT Sumber Organik, telah COD sejak Maret 2021.
Kemudian, PSEL Putri Cempo 5 MW di Surakarta dikembangkan oleh PT Solo Citra Metro Plasma Power, telah COD sejak Januari 2024. Sementara 1 proyek yang dalam tahap konstruksi, yakni PSEL Kota Palembang yang dikembangkan oleh PT Indo Green Power, dengan target COD pada Oktober 2026.
