Usai Matahari hingga Centro, Giant Masuk Daftar Ritel RI yang Tutup di Awal 2021
·waktu baca 3 menit

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengumumkan bakal menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli mendatang. Kabar ini menambah daftar panjang ritel yang tutup di awal 2021.
Berikut kumparan merangkum ritel yang berguguran di awal tahun ini.
Giant Margo City Depok
Sebelum mengumumkan menutup seluruh gerainya, Giant di Margo City Depok lebih dulu gulung tikar. Bisnis milik PT Hero Supermarket Tbk ini tutup permanen pada Maret lalu.
Saat itu kabar ditutupnya gerai Giant di pusat perbelanjaan Margo City Depok dibenarkan oleh Head of Corporate and Consumer AffairHero, Diky Risbianto. Kondisi pasar yang semakin sepi jadi alasan kondisi tersebut tak mampu dihindari lagi.
"Untuk saat ini kami telah memutuskan melakukan penutupan toko dengan format hypermarket di dalam mal. Dalam hal ini yaitu Giant Margo City," jelas Diky kepada kumparan, Selasa (2/2).
Diky mengakui mau tidak mau karyawan mesti dirumahkan. Kendati begitu, dia memastikan para pekerja yang terdampak bakal mendapatkan hak sesuai ketentuan Undang-undang Ketenagakerjaan.
Ramayana Depok Gulung Tikar dan PHK 87 Karyawan
Ramayana City Plaza Depok menjadi gerai pertama saat pandemi yang memutuskan tutup. Kabar ini menjadi viral di tengah publik setelah beredarnya video berisi isak tangis perpisahan puluhan karyawan.
Matahari Departemen Store Tutup 13 Gerai
Matahari Departemen Store pun masuk dalam daftar ini. Di awal 2021 perusahaan harus menutup 13 gerainya lagi. Chief Financial Officer Matahari, Niraj Jain, mengatakan bisnis selama kuartal I 2021 masih terdampak oleh PSBB ketat yang berlaku hingga 8 Februari, yang kemudian berlanjut dengan PPKM Berskala Mikro yang sampai saat ini masih diterapkan.
"Perseroan dengan cermat mengawasi 23 gerai dalam pemantauan, dan berencana untuk menutup 13 gerai tahun ini,” kata Niraj dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/4).
Sementara sepuluh gerai lainnya masih akan terus ditinjau. Di sisi lain, perseroan juga tetap melakukan ekspansi dengan membuka satu gerai baru di Balikpapan, Kalimantan Timur pada April 2021.
Adapun penutupan 13 gerai tahun ini menggambarkan keuangan perusahaan yang merosot. Hal ini terlihat dari laporan kuartal I 2021, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan penjualan kotor sebesar Rp 2,1 triliun. Capaian ini turun 23,6 persen dibanding realisasi pada 2020 dan lebih rendah 37,4 persen dibanding periode yang sama di 2019.
Centro
Perusahaan retail Centro Department Store resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Majelis hakim membacakan putusan setelah adanya voting dari para kreditur.
Menurut Humas PN Jakpus Bambang Nurcahyono, perusahaan pengelola Centro, PT Tozy Sentosa telah mengajukan proposal perdamaian namun rencana itu ditolak oleh sebagian besar kreditu
“Sehingga Centro Pailit dan berdasarkan juga rekomendasi dari Hakim Pengawas. Pembacaan Putusan oleh Majelis Hakim Pemutus,” katanya kepada kumparan, Selasa (18/5).
Bambang menambahkan, nantinya akan dilakukan proses kurator untuk membereskan aset pailit dari PT Tozy Sentosa. Centro gulung tikar, sebelumnya merupakan sebuah perusahaan retail di Indonesia. Pertama kali hadir di dunia retail Indonesia, tepatnya di The Plaza Semanggi Jakarta pada bulan November 2003.
Giant
Terbaru, Giant menambah deretan panjang senjakala ritel. Berdasarkan keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/5), Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan penutupan seluruh gerai Giant ini dilakukan karena perseroan hendak memfokuskan investasi mereka untuk mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.
“Sebagai bagian dari fokus baru ini, Perseroan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA. Gerai Giant lainnya di Indonesia akan ditutup pada akhir Juli 2021,” ujar Hadrianus dalam keterbukaan BEI, Selasa (25/5). Ia mengatakan IKEA, Guardian dan Hero supermarket saat ini memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Giant.
Selain itu, HERO juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. Perubahan strategi ini menurut Hadrianus merupakan respons cepat Perseroan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar.
