Kumparan Logo

Usai Swasembada, Mentan Fokus Hilirisasi Pertanian dan Siapkan Anggaran Rp 40 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran gelar konfrensi pres usai sidak ke tanjung Balai Karimun, sita 1.000 ton beras ilegal. Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran gelar konfrensi pres usai sidak ke tanjung Balai Karimun, sita 1.000 ton beras ilegal. Foto: Dok. Kementan

Indonesia sudah mengumumkan swasembada pangan untuk tahun 2025. Kini, Indonesia akan berfokus pada hilirisasi pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 triliun. Nantinya, anggaran itu akan didistribusikan di tingkat kabupaten untuk program hilirisasi.

“Kami punya anggaran Rp 40 triliun, itu diberikan. Tentu anggaran ini untuk kabupaten. Tapi, rajinlah kita ketemu, apa programnya? Tolong supaya enak juga kalau ketemu bupati, aku rindu. Karena bupati terdepan, mereka yang menentukan,” kata Amran di acara APKASI, Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1).

Amran juga menyebut saat ini terdapat investasi sebesar Rp 371 triliun untuk hilirisasi tersebut. Dalam beberapa waktu mendatang, Amran mengungkap akan ada groundbreaking atau dimulainya pembangunan beberapa pabrik terkait hilirisasi.

Seorang pria memanen kopi selama akhir musim panen tahunan di pertanian Lira di distrik Santa Clara, kotamadya Porciuncula, negara bagian Rio de Janeiro, Brasil. Foto: Pablo Porciuncula/AFP

Pabrik tersebut meliput pabrik untuk Day Old Chick (DOC) sampai pabrik terkait hilirisasi kelapa.

“Ini, target kita investasi Rp 371 triliun. Ini kita sudah rancang. Tanggal 28 insyaallah Bapak Presiden groundbreaking. Ada 5 pabrik pakan, pakan DOC untuk peternakan, kemudian ada kelapa dan seterusnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Amran sudah sudah menyebut rencana investasi hilirisasi di sektor peternakan dan perkebunan mencapai Rp 371 triliun.

Dari sisi tenaga kerja, Amran menilai investasi ini berpotensi menyerap hingga 8 juta tenaga kerja jika berjalan penuh. Namun, dalam tahap awal yang dirancang saat ini penyerapan berada di kisaran 3 juta tenaga kerja dalam tiga tahun ke depan atau sekitar 1 juta per tahun, baik dari sektor peternakan maupun perkebunan.

Dana jumbo itu dialokasikan untuk meningkatkan nilai tambah di rantai produksi pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Menurut Amran, kajian pra feasibility study (FS) akan diselesaikan dalam waktu dekat dan diserahkan kepada Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani.