Kumparan Logo

Usung Konsep Hybrid, BCA Tak Khawatir Bank Digital Makin Ekspansif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vera Eve Lim, Direktur BCA saat Laporan Keuangan Triwulan III 2019 BCA di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Vera Eve Lim, Direktur BCA saat Laporan Keuangan Triwulan III 2019 BCA di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menanggapi perkembangan bank digital di Indonesia yang semakin ekspansif. BCA tak khawatir fenomena ini mengancam kinerja perusahaan.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menuturkan transaksi perbankan melalui digital memang suatu keniscayaan. BCA pun sudah terjun di sektor digital ini melalui mobile banking dan internet banking yang melayani 91 persen transaksi nasabah.

Adapun BCA saat ini memiliki dua aplikasi mobile banking yang menyesuaikan dengan selera nasabah, yakni BCA Mobile yang sudah ada sejak tahun 2011, dan MyBCA yang baru diluncurkan pada tahun 2021.

"Tentunya BCA memposisikan sebagai bank hybrid, bisa ke cabang bisa melalui mobile banking, kalau customer service mau nanya minta bantuan banyak hal bisa melalui Halo BCA tanpa perlu ke cabang juga," jelasnya saat Public Expose Live 2023, Rabu (29/11).

instagram embed

Vera melanjutkan, meski sedang berkembang pesat, bank digital masih memiliki pangsa pasar yang terbatas. Dia mengakui, bank hybrid seperti BCA bisa menjangkau dan melayani nasabah dengan lebih masif.

"Bank digital saya pikir karena pangsa pasarnya itu tidak bisa seluas bank hybrid, tentunya kemampuan melayani nasabah juga hanya bisa untuk segmen tertentu, biasanya segmen ritel dan menjangkau anak-anak muda," tuturnya.

Tidak hanya BCA, lanjut Vera, bank konvensional lainnya pun dipastikan sudah memiliki layanan mobile banking alias sudah menjelma sebagai bank hybrid pula. Dengan begitu, konsep hybrid ini adalah tantangan sesungguhnya bagi bank digital.

"Saya melihat tantangan bank digital adalah bagaimana berkompetisi dengan hybrid bank yang punya ekosistem jauh lebih luas dan kemampuan melayani melalui berbagai channel," imbuhnya.

Dengan demikian, menurutnya bank digital harus mengerahkan upaya lebih besar untuk menambah nasabah dan jumlah transaksi, hingga meningkatkan pertumbuhan kreditnya.

"Itu memang bukan sesuatu yang mudah harus bersaing dengan berbagai channel, sehingga bank digital juga harus bisa bagaimana menarik nasabah untuk bertransaksi. Menurut saya itu satu tantangan juga, belum bicara kredit," pungkas Vera.