Kumparan Logo

Utang Luar Negeri Naik Tipis Jadi Rp 5.792 Triliun di Kuartal I 2020

kumparanBISNISverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) selama kuartal I 2020 mencapai USD 389,2 miliar atau sekitar Rp 5.792 triliun (kurs Rp 14.880 per dolar AS).

ULN sejak Januari hingga akhir Maret 2020 tersebut naik tipis 0,53 persen secara tahunan (yoy) atau dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar USD 387,18. Namun ULN turun jika dibandingkan Februari 2020 yang sebesar USD 407,3 miliar.

Meski demikian, pertumbuhan ULN yang sebesar 0,53 persen (yoy) tersebut melambat jika dibandingkan ULN kuartal I 2019 yang tumbuh 7,8 persen (yoy).

Secara rinci, ULN tersebut terdiri dari ULN pemerintah dan bank sentral, serta ULN swasta. ULN pemerintah hingga akhir Maret 2020 mencapai USD 189,95 miliar, turun 3,58 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan turun 9,57 persen dari bulan sebelumnya.

Sementara ULN bank sentral hanya USD 2,80 miliar, naik tipis 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 2,78 miliar.

“Penurunan posisi ULN pemerintah tersebut antara lain dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pembayaran SBN yang telah jatuh tempo. Pengelolaan ULN pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel, untuk mendukung belanja prioritas pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (15/5).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan keterangan pers melalui live streaming. Foto: Dok. Bank Indonesia

Sementara ULN swasta, termasuk BUMN, mencapai USD 205,49 miliar pada kuartal I 2020. Angka ini meningkat 4,46 persen dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar USD 196,77 miliar.

ULN swasta tersebut terdiri dari lembaga keuangan sebesar USD 47,43 miliar, seperti bank USD 35,81 miliar dan lembaga keuangan nonbank sebesar USD 11,62 miliar. Serta terdapat ULN swasta bukan lembaga keuangan sebesar USD 158,05 miliar.

Meski demikian, ULN Indonesia selama kuartal I 2020 dinilai masih tetap sehat. Hal ini terlihat dari rasio ULN yang sebesar 34,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan menurun dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar 36,2 persen dari PDB.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4 persen dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” jelasnya.