Kumparan Logo

Utang Rp 48 Triliun Alasan Erick Thohir Pangkas Direksi 13 PTPN

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini merombak besar-besaran holding Perkebunan Nusantara. Dalam perombakan itu, dia menghapus banyak jabatan direktur, termasuk semua direktur utama di 14 PTPN dan hanya menyisakan satu direksi. Sedangkan PTPN III yang merupakan induk holding masih memiliki direksi lengkap.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Erick membeberkan alasannya menghapus banyak jabatan direktur di PTPN. Kata dia, holding PTPN dalam kondisi berat karena memiliki utang sangat besar.

"PTPN dalam kondisi berat, dengan segala hormat kita lakukan efisiensi besar-besaran kemarin banyak sekali jumlah direksi harus kita pangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direktur karena PTPN holding punya total utang Rp 48 triliun," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).

Selain efisiensi di tubuh holding PTPN, Erick memasukkan Perum Perhutani dalam klaster perkebunan. Dalam penggabungan ini, nantinya 130 ribu hektare lahan perkebunan tebu yang dimiliki, per hektarenya akan ditambah plasma rakyat seluas 140 ribu.

Penggabungan itu menurutnya akan meningkatkan produksi tebu 7 ton per hektare. Jika itu terealisasi, PTPN akan bertransformasi menjadi tulang punggung produksi gula nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan 3,5 juta ton gula konsumsi agar tak perlu impor. Sedangkan gula industri, menurutnya masih perlu impor.

Dia tak ingin utang yang membelit holding PTPN mengorbankan program inti plasma tebu rakyat dan perkebunan lainnya yang padat karya. Karena itu, Erick berencana melakukan restrukturisasi utang besar-besaran di tubuh holding PTPN.

"Karena itu PTPN dapat dana talangan (Rp 4 triliun) untuk menjaga cashflow tetap baik dan nanti akan ada program restrukturisasi besar seperti Krakatau Steel," kata dia.

Krakatau Steel telah menyelesaikan restrukturisasi utangnya yang mencapai USD 2,2 miliar atau Rp 30,8 triliun pada awal tahun ini. Restrukturisasi utang ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah BUMN.

Selain menghapus banyak jabatan direktur, Erick juga bakal memangkas posisi komisaris di 13 PTPN. Kementerian BUMN menyatakan perampingan direksi dan komisaris di 13 PTPN ini untuk menguatkan peran holding Perkebunan Nusantara yang dipimpin oleh PTPN III.

Perombakan ini juga merupakan rencana besar Erick membuat holding BUMN Pangan. Pada kunjungannya ke Gudang Bulog di Bandung, Kamis (21/5), Erick mengatakan ada tiga BUMN yang disiapkan untuk digabungkan menjadi satu klaster adalah Perum Bulog, PT Perkebunan Nusantara atau PTPN, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia atau PT RNI.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!