Utang Waskita Karya Tembus Rp 83,98 T di 2022, Rugi Bersih Melesat 73 Persen
ยทwaktu baca 2 menit

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan entitas anak menyampaikan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Perusahaan mencatatkan liabilitas atau utang senilai Rp 83,98 triliun sepanjang 2022, turun 4,71 persen dari Rp 88,14 triliun di tahun 2021.
Total liabilitas Rp 83,98 triliun tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 21,45 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp 62,53 triliun. Segmen utang bank jangka panjang pihak berelasi menyumbang liabilitas terbesar senilai Rp 27,74 triliun dan pihak ketiga senilai Rp 18,72 triliun.
Dalam utang bank jangka panjang pihak berelasi, perjanjian restrukturisasi induk (Master restructuring agreement/MRA) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tercatat senilai RP 7,49 triliun. Disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp 4,55 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senilai Rp 2,66 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia senilai Rp 2 triliun.
"Pada tahun 2022, Grup telah mengalami kerugian sebesar Rp 1.672.733.807.060, yang mengakibatkan defisit sebesar Rp 8.214.646.146.182. Selain itu, Grup mengalami kekurangan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 106.580.889.785," ungkap manajemen Waskita Karya.
Kondisi ini timbul akibat dari beberapa proyek bermasalah yang memerlukan pendanaan dari utang, sehingga Waskita Karya perlu melakukan restrukturisasi perjanjian utang, dan memasuki masa standstill dan pengaturan cash waterfall.
Faktor-faktor tersebut menunjukkan adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan kemampuan Waskita Karya untuk melanjutkan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, mungkin tidak dapat merealisasikan asetnya dan melunasi kewajibannya dalam kegiatan bisnis normal.
Waskita Karya menargetkan untuk dapat menyelesaikan rights issue tahun 2023 atas Penanaman Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022 paling lambat sebelum 30 Juni 2023 sehingga posisi keuangan perusahaan dapat lebih baik seiring dengan diterimanya dana PMN.
Rugi Bersih Waskita Karya Melonjak 73,3 Persen Jadi Rp 1,89 Triliun di 2022
Waskita Karya mengumumkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan senilai Rp 1,89 triliun pada tahun 2022, melonjak 73,3 persen dari Rp 975,62 miliar. Kenaikan rugi ini disebabkan beban pokok pendapatan naik 34,16 persen menjadi Rp 13,85 triliun dengan pendapatan usaha tercatat Rp 15,3 triliun.
Segmen jasa konstruksi menyumbang pendapatan usaha terbesar senilai Rp 13,56 triliun. Kemudian pendapatan jalan tol senilai Rp 916,56 miliar, penjualan precast senilai Rp 344,71 miliar, pendapatan properti senilai Rp 252,6 miliar.
Lalu, penjualan infrastruktur lainnya senilai Rp 101,22 miliar, pendapatan hotel senilai Rp 81,66 miliar, bunga dari jasa konstruksi senilai Rp 44 miliar, serta sewa gedung dan peralatan senilai Rp 838 juta.
