Vale Indonesia Raup Laba Bersih Rp 3,09 Triliun di 2022, Naik 20,87 Persen

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan entitas anaknya hari ini mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2022.
Dalam laporan keuangan, PT Vale Indonesia meraup laba bersih senilai USD 200,4 juta atau setara Rp 3,09 triliun (asumsi kurs Rp 15.196 per dolar AS), naik 20,87 persen dari USD 165,79 juta atau setara Rp 2,51 triliun.
Perseroan membukukan EBITDA sebesar USD 477,0 juta pada tahun 2022 didorong oleh harga realisasi nikel yang lebih tinggi. Harga realisasi rata-rata pada tahun 2022 adalah 35 persen lebih tinggi dibandingkan harga tahun lalu.
“Harga yang lebih tinggi ini tentunya membawa dampak positif bagi kinerja keuangan kami,” kata CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (15/2).
Dengan kenaikan harga komoditas yang signifikan pada tahun 2022, perseroan masih mampu mempertahankan biaya tunai di kisaran USD 11.000 per ton.
Grup mencatat penjualan senilai USD 1.179,4 juta pada tahun 2022, 24 persen lebih tinggi dari penjualan yang tercatat pada tahun 2021 senilai USD 953,2 juta disebabkan oleh harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi.
Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah USD 19.348 per ton, lebih tinggi dari level tahun 2021 sebesar USD 14.309 per ton.
Beban pokok pendapatan Grup pada tahun 2022 sebesar USD 865,9 juta, meningkat 23 persen dari USD 704,3 juta pada tahun 2021. Penyebab utama kenaikan beban pokok pendapatan adalah harga bahan bakar dan batu bara yang lebih tinggi.
Produksi PT Vale pada tahun 2022 sebesar 60.090 metrik ton nikel dalam matte, 8 persen lebih rendah dari produksi tahun 2021 terutama disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek Pembangunan Kembali Tanur 4.
Berhubung proyek telah selesai, Vale Indonesia optimis dapat mencapai volume produksi yang lebih tinggi pada tahun 2023 sementara di saat yang bersamaan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi.
Konsumsi HSFO pada tahun 2022 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2021, mengimbangi konsumsi batu bara yang lebih rendah. Vale Indonesia telah memutuskan untuk menggunakan HSFO sebagai sumber energi dioperasi sejak September 2022, menyikapi kenaikan harga batu bara yang cukup tajam.
Sementara itu, konsumsi diesel pada tahun 2022 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2021.Dibandingkan dengan tahun 2021, harga rata-rata HSFO, diesel maupun batu bara pada tahun 2022 meningkat signifikan masing-masing sebesar 44 persen, 74 persen dan 136 persen.
Kas dan setara kas Grup pada 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing senilai USD 634,0 juta dan USD 508,3 juta karena Grup menerima Pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2022. Perseroan akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.
PT Vale mengeluarkan sekitar USD 218,8 juta untuk belanja modal pada tahun 2022, mengalami peningkatan dari yang dikeluarkan pada tahun 2021 senilai USD 80,7 juta terutama disebabkan pengeluaran yang lebih tinggi untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada tahun 2022. Pengeluaran utama adalah untuk proyek Pembangunan Kembali Tanur 4.
