Kumparan Logo

Valuasi Hak Kelola Rio Tinto di Freeport Ditargetkan Selesai Juni 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tambang Grasberg, Freeport (Foto: OLIVIA RONDONUWU / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Tambang Grasberg, Freeport (Foto: OLIVIA RONDONUWU / AFP)

Pemerintah telah menunjuk konsultan independen asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley, untuk menghitung nilai hak kelola (Participating Interest/PI) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI). Hitungan ini merupakan bagian dari divestasi saham PTFI.

Untuk menguasai 51% saham PTFI, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah segera mengakuisisi hak kelola perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto. Sebab, Rio Tinto memiliki hak kelola di PTFI sebesar 40%.

Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sejauh ini negosiasi antara pemerintah dengan Rio Tinto berjalan baik.

"Doakan saja. Lumayan, progresnya bagus," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/1).

Saat ini, Budi mengaku tengah bekerja untuk mengejar target yang diminta Menteri ESDM Ignasius Jonan agar proses valuasi hak kelola Rio Tinto selesai pada Juni 2018 mendatang.

Adapun perkiraan valuasi dan siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut, Budi belum dapat membeberkannya.

"Belum sampai ke sana karena tergantung valuasi. Cuma valuasianya kan belum. Pak Jonan punya target sampai Juni, ya kita bekerja sebaik mungkin," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin menguasai 51% saham PTFI dari Hak Partisipasi Rio Tinto yang dikonversi menjadi saham, 9,36% saham dari PT Indocopper, ditambah dengan 9,36% saham PTFI yang sudah dimiliki pemerintah.

"Realitasnya saat ini kepemilikan PT Freeport Indonesia cukup kompleks ternyata, karena ada keterkaitan pihak-pihak yang lain. Enggak hanya ada Freeport Indonesia. Jadi kalau mau ambil 51%, mesti melibatkan semua orang yang terkait dengan kepemilikan saham ini. Kalau enggak, enggak bisa tercapai target itu. Tapi detailnya seperti apa, strukturnya bagaimana, aku belum bisa cerita karena masih dalam proses," tutupnya.