Kumparan Logo

Valuasi OpenAI Melonjak ke USD 500 Miliar, Lewati SpaceX Milik Musk

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO OpenAI, Sam Altman. Foto: John Macdougall/AFP
zoom-in-whitePerbesar
CEO OpenAI, Sam Altman. Foto: John Macdougall/AFP

OpenAI telah menyelesaikan kesepakatan bersama karyawan untuk menjual sebagian saham perusahaan pada valuasi USD 500 miliar.

Penjualan saham ini membuat valuasi OpenAI melampaui SpaceX milik Elon Musk untuk menjadi startup terbesar di dunia.

Mengutip Bloomberg, karyawan OpenAI yang bekerja saat ini dan yang sudah tidak bekerja lagi menjual sekitar USD 6,6 miliar saham kepada investor, membuat valuasi perusahaan AS jauh melampaui level USD 300 miliar sebelumnya.

"Kesepakatan ini mendorong OpenAI melampaui valuasi USD 400 miliar SpaceX dan hadir ketika perusahaan sedang dalam negosiasi dengan Microsoft Corp," tulis laporan Bloomberg, seperti yang dikutip kumparan, Kamis (2/10).

Penjualan sebagian saham karyawan ini untuk mengubah perusahaan yang berbasis profit.

Karyawan OpenAI saat ini dan yang sudah tidak bekerja lagi menjual sekitar USD 6,6 miliar saham kepada investor termasuk Thrive Capital, SoftBank Group Corp., Dragoneer Investment Group, MGX Abu Dhabi, dan T. Rowe Price, menurut seseorang yang mengetahui transaksi tersebut.

Ini meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan melewati angka USD 300 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin SoftBank di awal tahun ini.

Lonjakan pesat tersebut menyoroti kegilaan investasi di kalangan para pemimpin teknologi dengan potensi untuk mengubah industri dan ekonomi. OpenAI pimpinan Sam Altman adalah salah satu dari beberapa perusahaan, termasuk Nvidia Corp., yang kini memimpin dorongan global membangun pusat data dan mengembangkan layanan kecerdasan buatan, sebuah usaha yang diperkirakan menelan biaya triliunan dolar.

OpenAI didirikan pada 2015 sebagai organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memajukan kecerdasan digital 'dengan cara yang paling mungkin menguntungkan umat manusia.'

Pengusaha Elon Musk menggedong anaknya saat melakukan pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/2/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Perubahan yang direncanakan akan memberikan entitas nirlaba OpenAI yang ada kontrol atas korporasi manfaat publik baru.

Baik Altman maupun Musk, yang turut mendirikan OpenAI, telah berbicara tentang potensi risiko eksistensi bagi manusia yang ditimbulkan oleh AI.

Namun kini hubungan mereka renggang: Musk telah menuntut untuk mencoba menghentikan restrukturisasi, menuduh OpenAI mengingkari janji kepadanya saat turut mendirikan organisasi tersebut.

Dia mengeklaim OpenAI meninggalkan tujuan awalnya setelah menerima miliaran dolar dari Microsoft sejak 2019, setahun setelah dia meninggalkan dewan OpenAI.

Dalam bisnisnya sendiri, OpenAI menghadapi pasar yang semakin kompetitif dalam mencari talenta AI karena perusahaan teknologi besar berlomba mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.

Meta Platforms Inc., misalnya, merekrut peneliti secara agresif dari OpenAI dan laboratorium terbaik lain untuk tim 'superintelligence' barunya, menawarkan paket gaji hingga ratusan juta dolar.

instagram embed