Kumparan Logo

Video: Sudah 35 Tahun, PLTA Milik Inalum Tetap Kokoh Berdiri

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Pabrik peleburan alumunium merupakan salah satu industri yang membutuhkan energi listrik besar. Tak mengherankan jika PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), sejak beroperasi pada 1982 harus memiliki pembangkit listrik sendiri.

Perusahaan investasi Jepang yang sejak 2013 telah sepenuhnya menjadi milik Indonesia ini, membangun dan mengelola dua PLTA yaitu Siguragura dan Tangga. Keduanya ada di Kabupaten Toba Samosir (dulu Kabupaten Asahan) yang memanfaatkan air Sungai Asahan, untuk memproduksi listrik sebesar 603 Mega Watt.

Dari produksi listrik sebesar itu, 80%-nya digunakan untuk kebutuhan Inalum. Sedangkan sisanya dipasok ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Pintu air PLTA Tangga (Foto: Wendy Saputro/kumparan)

Untuk menjaga pasokan listrik supaya produksi alumunium tak terganggu, Inalum memelihara baik-baik kedua PLTA tersebut. Demikian juga dengan kondisi alamt sekitar PLTA yang merupakan daerah tangkapan air, harus tetap lestari.