Vietnam Sita Hampir 50.000 Sepatu Nike Palsu, Nilai Pasar Capai Rp 68,24 Miliar

Vietnam menyita hampir 50.000 pasang sepatu yang diduga palsu bermerek Nike dalam penggerebekan di sebuah pabrik di Ho Chi Minh City.
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/7), Kementerian Perdagangan Vietnam melalui badan pengawas pasar menyatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi yang diberikan US Homeland Security.
Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sepatu dan berbagai material berlabel Nike, Nike Air, dan Air Jordan dengan nilai pasar lebih dari 100 miliar dong atau sekitar USD 3,8 juta (sekitar Rp 68,24 miliar, kurs Rp 17.958 per dolar AS).
Otoritas Vietnam menyebut kasus ini melibatkan volume barang palsu dalam jumlah besar serta jaringan organisasi dan perusahaan yang mencakup AS, China, dan Vietnam.
Pengungkapan ini terjadi saat Vietnam memperketat pemberantasan perdagangan ilegal dan barang palsu di tengah meningkatnya tekanan dari AS terkait surplus perdagangan Vietnam yang terus membesar.
Penegakan hukum itu juga menjadi bagian dari upaya Hanoi menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengawasan bea cukai dan perlindungan hak kekayaan intelektual saat bernegosiasi untuk menghindari tarif impor yang lebih tinggi dari AS.
Pabrik yang menjadi lokasi penggerebekan diketahui milik MP Company. Kepada penyidik, perusahaan mengeklaim memiliki sejumlah dokumen yang mendukung legalitas ekspor, termasuk kontrak produksi, korespondensi lewat surat elektronik dengan mitra yang disebut memberikan izin penggunaan merek Nike, serta dokumen ekspor.
Namun, berdasarkan keterangan otoritas Vietnam, Nike Inc. membantah pernah memberikan lisensi maupun menjalin perjanjian apa pun dengan MP Company.
"Nike tidak pernah memberikan lisensi atau membuat perjanjian dengan MP Company, maupun memberikan wewenang kepada perusahaan atau individu yang terkait untuk mewakili atau bertindak atas nama Nike," demikian pernyataan yang dikutip otoritas Vietnam.
Menurut catatan perusahaan yang dikutip badan pengawas pasar, sepanjang tahun ini 11 kontainer berisi sepatu bermerek Nike dan Air Jordan telah dikirim dari pabrik tersebut ke AS dengan nilai deklarasi sekitar 25,5 miliar dong (sekitar Rp 17,38 miliar, kurs Rp 0,681898 per dong Vietnam).
Otoritas Vietnam kini masih memperluas penyelidikan untuk menelusuri asal bahan baku serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Kasus ini mencuat di saat Vietnam masih bernegosiasi dengan AS mengenai kesepakatan perdagangan baru. Pembahasan kedua negara disebut masih buntu terkait isu transshipment, akses pasar, serta besarnya surplus perdagangan Vietnam terhadap AS yang terus meningkat seiring perpindahan basis produksi dari China ke Vietnam.
