Viral Curhatan Peternak Ayam ke Jokowi soal Harga Telur, Begini Kondisinya

Curhatan peternak ayam petelur soal hancurnya harga telur, viral di media sosial. Cuitan tersebut berisi foto peternak dengan spanduk bertuliskan curhatan kepada Presiden Jokowi.
Dalam spanduk itu, mereka menyesalkan kenapa pemerintah tidak membeli telur dari peternak untuk disalurkan melalui bantuan sosial. Unggahan yang juga menandai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini, juga mendapatkan respons.
"Boleh tahu di mana lokasinya? Insyaallah akan saya sambungkan dengan pengurus Partai Demokrat setempat untuk bisa ditindaklanjuti," tulis putra sulung SBY itu.
Lantas bagaimana kondisi riil para peternak ini sekarang?
Sukarman, salah satu peternak ayam yang kumparan tanyai mengaku, merebaknya virus corona cukup memukul usaha yang ia geluti itu. Harga telur dari peternak, kata Sukarman, hampir tiap hari mengalami penurunan.
"Corona berdampak sekali bagi perekonomian peternakan, harga terus turun sebulan belakangan. Kemarin cuma Rp 14.800 per kilogram, baru hari ini naik sedikit Rp 15.700 per kg," ujar Sukarman kepada kumparan, Sabtu (16/5).
Selain terus menurunnya harga telur, turunnya permintaan karena distribusi ke kota besar terganggu, juga jadi penyebab kian terpuruknya usaha mereka.
"Permintaan turun karena distribusi ke masyarakat di kota-kota besar terganggu," sambung petani asal Blitar itu.
Penyebab lain yang membuat harga telur anjlok, katanya, beredarnya telur bertunas (HE) dan telur infertil di pasaran dengan harga miring. Terkait hal ini, ia bersama Koperasi Putera Blitar telah bersurat kepada Satgas Pangan untuk melarang peredaran telur tersebut.
"Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar dan asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) memohon kepada Bapak Daniel Kasatgas Pangan untuk menindak tegas penjual telur HE dan infertil serta pabrik yang memproduksinya," tulisan dalam surat permohonan tertanggal 30 April 2020 yang ditunjukkan Sukarman.
Pantauan kumparan, harga telur di kalangan peternak itu, berjarak cukup jauh dengan harga distribusi di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang justru stabil di Rp 24.000 per kg. Kondisi tersebut kurang lebih sudah berlangsung selama seminggu.
Begitu pula dengan data yang ditunjukkan Informasi Pangan Jakarta, di mana harga jual terendah per 16 Mei adalah Rp 20.000 per kg serta Rp 26.000 untuk angka tertinggi.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
