Kumparan Logo

Viral Emak-emak Borong Emas saat Haji, Harga di Arab Saudi Lebih Murah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Emak-emak Jemaah Haji Asal Makassar Ini Pakai Emas 180 Gram demi Nazar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Emak-emak Jemaah Haji Asal Makassar Ini Pakai Emas 180 Gram demi Nazar. Foto: Dok. Istimewa

Emak-emak membawa pulang emas ke Tanah Air setelah membeli di Tanah Suci saat ibadah haji ramai viral di media sosial.

Perhiasan emas yang dipakai emak-emak ini dijadikan sebagai penutup kepala. Tak hanya itu, mereka juga memamerkan sebagian kalung dan gelang emasnya.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, tren emak-emak itu wajar. Mengingat emas dijual murah karena menggunakan mata uang real, meskipun Arab Saudi bukan negara penghasil emas.

“Emas perhiasan dari Tiongkok diekspor ke Arab Saudi. Biasanya mungkin dengan mata uang real, lebih murah. Karena Arab belum ada bursa, belum mengikuti mekanisme pasar,” ujar Ibrahim saat dihubungi kumparan, Senin (10/7).

Ibrahim melanjutkan, Arab Saudi mengadopsi ekonomi sentralistik sehingga harga-harga produk diintervensi pihak Kerajaan sehingga lebih murah. Selain itu, ada kebanggaan sendiri bagi jemaah haji membeli perhiasan di Tanah Suci.

“Seharusnya kena pajak, tapi dalam Bea Cukai ada ketentuan berapa ton baru kena pajak. Tidak semata-mata emas dibawa masuk ke Bea Cukai harus kena pajak, sudah dalam ketentuan-ketentuan,” katanya.

Mengutip laman Bea Cukai, pada saat kedatangan setelah selesai menjalankan ibadah haji/umrah, barang-barang yang diperbolehkan dibawa adalah keperluan diri atau bekal jemaah haji/umrah serta buah tangan yang bukan termasuk barang larangan/pembatasan dengan nilai maksimal USD 500.

“Kalau emasnya dipakai, berarti enggak kena pajak. Ada cara, yang pertama membeli emas perhiasan di bawah berapa ons untuk supaya jangan terkena pajak,” sambung Ibrahim.

Emak-emak Jemaah Haji Asal Makassar Ini Pakai Emas 180 Gram demi Nazar. Foto: Dok. Istimewa

Arab Saudi Tak Jual Emas Imitasi

Ibrahim menganggap emas perhiasan yang dijual di Arab Saudi bukan emas imitasi. Ia belum memastikan keaslian emas yang dimiliki para ibu-ibu itu.

“Kalau di Arab Saudi emak-emak ini beli, belum ketahuan emas ini emas murni 24 karat atau emas di bawah 24 karat. Tapi yang saya tahu, Arab Saudi tidak menjual emas imitasi. Bisa saja emas itu emas muda,” imbuh Ibrahim.

Syarat mengecek keaslian emas, kata Ibrahim, yaitu mengecek ke toko emas di Indonesia. Toko emas biasanya memiliki alat pemindai khusus untuk mengecek keaslian tersebut. Kuitansi juga menjadi alat pembayaran emas.

"Kalau kita jual emas perhiasan sama dengan toko emas ada alat, apakah ini emas muda atau emas murni. Emas murni 24 karat, emas muda di bawah 24 karat," jelasnya.

embed from external kumparan