Virus Corona Pukul Industri, Pabrik TV Pangkas Setengah Produksinya

Sektor industri elektronik sudah mulai terkena dampak mewabahnya virus corona. Tersendatnya pasokan bahan baku serta pelemahan daya beli, menjadi penyebab utamanya.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P Roeslani, mengatakan ada perusahaan produsen televisi di dalam negeri yang saat ini terpaksa memangkas produksinya.
"Ada perusahaan produsen televisi yang biasanya produksi 5.000 unit menjadi 2.500 unit per hari. Tapi itu demand-nya juga agak menurun," kata Rosan di Istana Kepresidenan, Rabu (11/3).
Menurut Rosan, Indonesia selama ini memang mengandalkan impor dari China untuk beberapa jenis barang dan bahan baku, seperti elektronik, handphone, dan bahan untuk produksi TV.
Rosan mengatakan para pengusaha sudah mencoba mencari alternatif untuk mendapat pasokan bahan baku. Namun itu tidak mudah karena kebanyakan juga mengandalkan pasokan dari China.
Meskipun kondisi ekonomi masih belum stabil, Rosan memastikan di tengah perlambatan ekonomi, hingga saat ini kondisi perusahaan dan industri masih cukup baik.
"Secara overall perusahaan masih bagus. Mereka hanya mulai antisipasi. Mereka memastikan di tengah perlambatan ini perusahaan tetap jalan, tidak ada PHK," ujarnya.
Rosan optimistis kondisi akan kembali normal. Berdasarkan pembicaraan dengan atase perdagangan China, dia mengatakan industri di Negeri Tirai Bambu sudah mulai bergerak.
"Mereka usulkan bidang industri strategis bisa berjalan kembali," ujarnya.
