Kumparan Logo

Virus Corona Tak Diprediksi, Kemendag Proyeksikan Ekspor Impor Turun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal kargo asing tengah bongkar muat peti kemas mengangkut komoditas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Wendiyanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapal kargo asing tengah bongkar muat peti kemas mengangkut komoditas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Wendiyanto/kumparan

Kementerian Perdagangan memprediksi ekspor impor di berbagai negara bakal mengalami penurunan di 2020, termasuk Indonesia. Penurunan itu dipengaruhi oleh virus corona yang merebak di China, salah satu negara yang berpengaruh dalam perdagangan dunia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kasan mengatakan, munculnya virus corona itu di luar dugaan. Sehingga tidak ada antisipasi untuk menghindari terjadinya penurunan ekspor impor.

“Sebelum virus corona terjadi di China, outlook 2020 itu tidak memperhitungkan itu. Tidak ada satu orang pun yang memperhitungkan bahwa corona bisa terjadi pada saat perayaan Imlek di sana. Karena itu tantangan di tahun ini berubah drastis,” ujar Kasan saat membuka Diseminasi Hasil Kajian BPPP di Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Kasan membeberkan prediksi Bank Dunia yang menyatakan apabila virus corona berpengaruh 1 persen penurunan terhadap Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) China, maka akan memengaruhi 0,3 persen GDP Indonesia.

Sedikit berbeda dengan prediksi itu, Kasan mengklaim, timnya memperkirakan pengaruh turunnya GDP China hanya sebesar 0,23 persen terhadap GDP Indonesia.

“Saya catat misalnya dari World Bank sudah mengatakan bahwa dampak corona kalau turun 1 persen ke GDP China, ke GDP Indonesia turunnya bisa 0,3 persen. Tapi perhitungan di tim saya, bukan 0,3 persen, setiap (penurunan) 1 persen GDP China, penurunannya di Indonesia 0,23 persen,” beber Kasan.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Ia menekankan, hasil temuan timnya itu bukan untuk menghibur semata. Hal itu ia akui sudah berdasarkan fakta-fakta temuan mereka.

“Bukan menghibur, tapi berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmuan. Jadi kalau World Bank (prediksi turun) 0,3 persen, kami lebih konservatif lah 0,23 persen. Sehingga kalau misal China (turun) dari 6 persen menjadi mendekati 5 persen, bisa dibayangkan target 5,3 persen kalau ikut World Bank, 5,3 persen dikurangi 0,6 persen, tinggal 4,7 persen. Itu sederhananya,” jelasnya.

Selain itu menurut Kasan, virus corona juga telah berdampak terhadap ekspor impor beberapa negara lain di bulan Januari lalu. Setidaknya ada 6 negara yang mengeluhkan hal itu.

“Ada beberapa negara yang itu juga mitra dagang kita yang sudah rilis datanya Januari. Alhamdulillah semuanya turun, dan sangat signifikan. Jadi ada sekitar 5-6 negara yang sudah publish data Januari itu, umumnya exim (ekspor impor) turun,” ujarnya.

Brasil, Chili, hingga Vietnam adalah beberapa negara yang ia contohkan sudah membeberkan dampak penurunan akibat wabah itu.

“Saya ambil contoh, Brasil ekspor maupun impor turun. Vietnam juga begitu turun yang sudah rilis, Korsel juga turun. Ada lagi yang sudah rilis partner FTA kita Chili, dia sisi impor turun, tapi ekspor sedikit naik,” pungkasnya.