Wabah PMK Melanda RI, DPR Cecar Kementan soal Asal Muasalnya
·waktu baca 2 menit

Indonesia kini tengah dilanda wabah penyakit mulut dan kaki (PMK). Setidaknya terdapat 3,9 juta populasi ternak yang terdampak wabah ini, menyebar di 15 provinsi di Indonesia. Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan telah menemukan serotipe virus PMK, yakni jenis virus O/ME/SA/Idn-2001 e.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan bahwa saat ini virus tersebut tengah berkembang luas di Asia Tenggara, namun ditemukan pertama kali di India.
“Pengistilahan mereka mungkin ditemukan di India saat itu, tapi yang berkembang saat ini ada di Asia Tenggara,” kata Nasrullah saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (23/5).
Merespons hal itu, Ketua Komisi IV DPR Sudin yang menjadi pimpinan dalam forum tersebut menyela dan mempertanyakan dari mana asal mula virus tersebut. Karena dia yakin virus tersebut berasal dari India.
Sudin juga mempertegas isu yang beredar selama ini bahwa virus PMK masuk ke Indonesia melalui Malaysia. Padahal menurutnya, di Malaysia tidak ditemukan wabah PMK.
Nasrullah membenarkan hal itu, bahwa virus PMK melanda Indonesia saat ini ditemukan pertama kali di India pada 2001 silam. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat menjelaskan dari mana virus ini bisa masuk ke Indonesia.
“Sampai saat ini kami lakukan investigasi. Sampai saat ini kami belum tahu,” ujar dia.
Sebelumnya, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso atau Buwas, mengatakan bahwa merebaknya wabah PMK ternak saat ini tidak ada hubungannya dengan penugasan impor daging kerbau Bulog. Dia memastikan daging impor aman walaupun berasal dari India yang belum bebas PMK.
"Kita sudah dari awal ada pemeriksaan, ini daging jadi dan beku, tentu sudah tidak ada penyakitnya. Sampai datang di Indonesia juga kita masih karantina, dicek apakah daging ini layak, itu kan yang menentukan Bulog," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (10/5).
Lanjut Buwas, setelah dipastikan daging tersebut aman dari penyakit, Bulog baru mengedarkannya ke supermarket maupun pasar-pasar. Dengan begitu, daging beku yang sudah beredar bebas dari penyakit.
Sementara dari keterangan dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu, menyebut bahwa tahun ini Indonesia akan mengimpor 100 ribu ton daging kerbau dari India.
