Wall Street Ditutup Melemah, Saham Chip dan Ketidakpastian AS-Iran Tekan Pasar
·waktu baca 3 menit

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5). Pendorongnya adalah aksi ambil untung pada saham-saham chip setelah reli beberapa hari terakhir, serta ketidakpastian terkait pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Dikutip dari Reuters, Jumat (8/5), indeks S&P 500 turun 0,38 persen ke level 7.337,11. Nasdaq terkoreksi 0,13 persen menjadi 25.806,20, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen ke 49.596,97.
Saham sektor semikonduktor menjadi salah satu pemberat utama pasar. Saham perusahaan desain chip Arm Holdings anjlok setelah kekhawatiran soal kemampuan perusahaan mendapatkan pasokan yang cukup untuk chip AI barunya menutupi prospek kinerja yang sebenarnya kuat.
Sementara itu, saham Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 3 persen, menghapus sebagian penguatan yang tercatat pada awal pekan ini.
Sentimen pasar juga dibayangi perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Sejumlah sumber dan pejabat menyebut kedua negara semakin dekat menuju kesepakatan sementara untuk menghentikan perang, namun proposal yang sedang dikaji Teheran disebut masih menyisakan isu-isu utama yang belum terselesaikan.
“Pasar bisa mengalami beberapa hari pelemahan seperti ini, tetapi itu tidak menghilangkan fakta bahwa kuartal ini merupakan periode pemulihan yang sangat kuat dan didorong fundamental,” kata Head of Portfolio Management Horizon Investments, Mike Dickson.
Harga minyak bergerak melemah tipis dan diperdagangkan di kisaran USD 100 per barel.
Di tengah tekanan pasar, saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkapitalisasi besar masih menunjukkan penguatan. Saham Microsoft dan NVIDIA masing-masing naik hampir 2 persen, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek industri AI.
Dari 11 sektor utama S&P 500, sembilan sektor ditutup di zona merah. Sektor material menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,83 persen, disusul sektor energi yang turun 1,78 persen.
Meski melemah pada perdagangan hari ini, S&P 500 masih mencatat kenaikan sekitar 7 persen sepanjang 2026, didorong reli saham teknologi dan AI serta musim laporan keuangan yang solid.
Data ekonomi terbaru juga masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Klaim pengangguran mingguan naik lebih rendah dari perkiraan. Investor kini menanti data tenaga kerja nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat, dengan ekonom memperkirakan penambahan 62 ribu pekerjaan pada April setelah naik 178 ribu pada Maret.
Pelaku pasar juga semakin yakin bank sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun seiring pasar tenaga kerja yang masih kuat dan harga energi yang tetap tinggi.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan pihaknya kemungkinan akan mempertahankan suku bunga dalam jangka waktu lama di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi.
Dari sisi emiten, saham perusahaan pemantauan cloud Datadog (DDOG) melonjak 31 persen setelah menaikkan proyeksi laba tahunan. Saham perusahaan keamanan siber CrowdStrike (CRWD) naik 8 persen dan Palo Alto Networks (PANW) bertambah 7 persen.
Sebaliknya, saham produsen alat rumah tangga Whirlpool (WHR.N) merosot 12 persen setelah penjualan kuartal pertama tidak memenuhi ekspektasi dan perusahaan menghentikan pembagian dividen.
Volume perdagangan di bursa AS tercatat tinggi dengan total 18,3 miliar saham berpindah tangan, lebih besar dibanding rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.
