Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah
·waktu baca 4 menit

Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (1/5). Pendorongnya adalah turunnya harga minyak mentah dan Nasdaq juga S&P 500 yang mencatatkan kinerja kuat, dengan menutup periode kenaikan bulanan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 152,87 poin atau 0,31 persen ke level 49.499,27, sementara S&P 500 (.SPX) naik 21,11 poin atau 0,29 persen ke 7.230,12, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 222,13 poin atau 0,89 persen ke 25.114,44.
Dengan indeks Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah tipis, mencerminkan perbedaan kinerja antar sektor, dengan saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar.
S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Kinerja saham teknologi yang solid membuat Nasdaq unggul dibandingkan indeks lainnya.
Secara historis, pasar saham memasuki periode yang cenderung lebih lemah mulai Mei hingga Oktober. Data menunjukkan, sejak 1945 hingga April 2026, rata-rata kenaikan S&P 500 pada periode tersebut hanya sekitar 2 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kenaikan 7 persen pada November hingga April.
Musim laporan keuangan yang kuat turut menopang pasar. Berdasarkan data London Stock Exchange (LSEG) analis memperkirakan pertumbuhan laba agregat kuartal I 2026 mencapai 27,8 persen secara tahunan.
Dari 314 perusahaan yang telah merilis kinerja, sebanyak 83 persen melampaui ekspektasi laba dan 78 persen mencatat pendapatan di atas perkiraan.
“Aksi pasar hari ini benar-benar menjadi pelengkap dari pekan yang solid bagi investor karena musim laporan keuangan terus menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan,” kata Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha, Ryan Detrick dikutip dari Reuters, Senin (⅘).
“Pada saat yang sama, April menjadi bulan terbaik kedua bagi S&P 500 sejak 1950. Momentum kenaikan ini tampaknya masih berpotensi berlanjut di bulan Mei,” tambah Detrick.
Kemudian perkembangan penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran terlihat terhambat, sementara penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.
“Investor sedang memperkirakan berapa lama gangguan pasokan ini akan berlangsung, lalu membedakan sektor mana yang paling sensitif terhadap gangguan tersebut,” kata Ahli Strategi Investasi Nasional di U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis, Tom Hainlin.
Data ekonomi menunjukkan aktivitas manufaktur AS tumbuh pada April untuk bulan keempat berturut-turut. Namun, komponen harga yang dibayar melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, menurut Institute for Supply Management.
Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama dalam S&P 500. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan seiring melemahnya harga minyak mentah.
Saham Apple (AAPL.O) naik 3,3 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi penjualan yang solid, didorong permintaan kuat untuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Sementara itu, saham Atlassian (TEAM.O) melonjak 29,6 persen setelah menaikkan proyeksi kinerja tahunan.
Saham Roblox (RBLX.N) turun 18,3 persen setelah memangkas proyeksi pemesanan tahunannya. Sementara itu, Reddit (RDDT.N) melonjak 13,1 persen berkat proyeksi pendapatan kuartalan yang positif.
Laba kuartalan Exxon Mobil (XOM.N) terdampak gangguan di Timur Tengah, sedangkan Chevron (CVX.N) melampaui ekspektasi laba, namun total keuntungannya menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Kedua raksasa energi tersebut masing-masing turun 1,0 persen dan 1,4 persen.
Jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,18 banding 1 di NYSE. Tercatat 578 saham mencapai level tertinggi baru dan 63 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham naik dan 1.753 saham turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,69 banding 1.
S&P 500 mencatat 45 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 13 saham terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 132 saham tertinggi baru dan 51 terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,27 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,64 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
