Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham-Saham Netflix Cs Cetak Rekor Tertinggi

29 Juni 2021 7:05
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham-Saham Netflix Cs Cetak Rekor Tertinggi (31257)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita berjalan melewati New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street. Foto: Angela Weiss / AFP
ADVERTISEMENT
Indeks Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (28/6). Indeks Nasdaq dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi setelah didorong saham-saham teknologi.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, Selasa (29/6) setelah saham-saham perusahaan teknologi ternama seperti Facebook, Netflix Inc, Twitter Inc dan Nvidia Corp menjadi pendorong terbesar.
Dow Jones Industrial Average turun 150,57 poin, atau 0,44 persen, menjadi 34.283,27. S&P 500 naik 9,91 poin, atau 0,23 persen, menjadi 4.290,61. Nasdaq Composite turut mengalami kenaikan 140,12 poin, atau 0,98 persen, menjadi 14.500,51.
Baik S&P 500 dan Nasdaq mencapai serangkaian rekor tertinggi minggu lalu. Kenaikan 5 persen Nasdaq pada bulan Juni melampaui rekan-rekannya, karena investor mengoleksi kembali ke saham pertumbuhan berorientasi teknologi di tengah berkurangnya kekhawatiran tentang inflasi yang tak terkendali.
Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham-Saham Netflix Cs Cetak Rekor Tertinggi (31258)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton Netflix. Foto: Olivier DOULIERY/AFP
Kepala Strategi Investasi CFRA Research New York Sam Stovall mengatakan, investor menginginkan beberapa keuntungan di saham-saham teknologi di akhir kuartal II.
ADVERTISEMENT
"Investor mungkin ingin mengambil beberapa keuntungan dan keluar dari energi dan tetap menggunakan teknologi," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research di New York.
Stovall memperkirakan saham akan melanjutkan penguatan dalam jangka pendek karena investor tengah menunggu kinerja apik laporan kinerja perusahaan di kuartal II 2021.
"Di mana pertumbuhan pendapatan perusahaan S&P 500 dari tahun ke tahun diperkirakan mencapai 60 persen," imbuhnya.
Adapun pada penutupan kali ini volume transaksi di bursa AS sebanyak 9,55 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,17 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.