Kumparan Logo

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Kenaikan Saham Amazon dan Apple

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons

Wall Street berakhir menguat tajam pada perdagangan Senin (11/10), didorong oleh ekspektasi paket stimulus virus corona serta reli pada saham Amazon, Apple dan saham teknologi lainnya menjelang musim laporan laba kuartalan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (13/10), Dow Jones Industrial Average naik 0,88 persen menjadi berakhir pada 28.837,52 poin, sedangkan S&P 500 naik 1,64 persen menjadi 3.534,22. Nasdaq Composite naik 2,56 persen. menjadi 11.876,26.

Saham Apple Inc melonjak 6,4 persen karena banyak pihak yang penasaran dengan desain iPhone terbarunya. Sementara saham Amazon menguat 4,8 persen menjelang acara belanja tahunan Prime Day pada 13 dan 14 Oktober.

Saham Microsoft juga melonjak 2,6 persen, mendorong indeks teknologi informasi S&P 500 naik 2,7 persen.

“Apple mendorong kenaikan. Ada beberapa euforia,” kata Phil Blancato, kepala eksekutif Ladenburg Thalmann Asset Management di New York. “Pasar dipimpin oleh teknologi, didukung oleh fakta bahwa ekonomi terus berkembang,” tambahnya.

Perusahaan e-commerce Amazon. Foto: Charles Platiau/Reuters

Saham Twitter Inc melonjak 5,1 persen setelah Deutsche Bank meningkatkan porsi saham pada perusahaan media sosial itu karena ekspektasi pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun 2021.

Di sisi lain, sentimen optimistis juga mendominasi para investor setelah pemerintahan Trump pada hari Minggu meminta Kongres untuk mengesahkan RUU bantuan virus corona.

“Sepertinya pemerintah menginginkan kesepakatan dilakukan sebelum pemilihan,” kata Brian Battle, direktur perdagangan di Performance Trust Capital Partners di Chicago. “Sekarang terserah Senat Republik untuk mencari tahu seberapa besar jumlahnya.”

Banyak investor memandang bahwa kandidat Demokrat Joe Biden justru bakal menaikkan pajak. Investor membandingkan dengan kepemimpinan Trump yang menyukai deregulasi dan dinilai lebih baik untuk pasar saham secara keseluruhan.

Namun, dengan meningkatnya ekspektasi akan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden bulan depan, investor juga mulai yakin akan potensi keuntungan jika Biden jadi presiden. Seperti belanja infrastruktur yang lebih besar dan ketidakpastian perdagangan global yang berkurang.

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam debat kampanye presiden 2020 pertama di Cleveland, Ohio, AS, Selasa (29/9). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Selain itu karena debat presiden 15 Oktober secara resmi dibatalkan, Trump berencana melakukan perjalanan ke negara-negara bagian pada minggu ini, setelah dokternya menyatakan dia tidak lagi berisiko menularkan virus corona.

Secara keseluruhan, analis memperkirakan pendapatan kuartal ketiga untuk perusahaan S&P 500 turun 21 persen dari tahun sebelumnya, lebih kecil dari penurunan pada kuartal kedua yang sebesar 31 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,2 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,7 miliar saham.