Kumparan Logo

Wall Street Ditutup Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Teredam

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Jumat (3/10). Hal itu terjadi setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan, data itu meredam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan bulan ini.

Dikutip dari Reuters pada Senin (5/10), Dow Jones Industrial Average naik 250,40 poin atau 0,49 persen menjadi 51.176,96. S&P 500 bertambah 56,27 poin atau 0,73 persen menjadi 7.722,72. Sementara Nasdaq Composite naik 319,27 poin atau 1,19 persen menjadi 27.190,86.

Adapun Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah tenaga kerja nonpertanian hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada bulan lalu. Jumlah pekerjaan pada dua bulan sebelumnya juga direvisi dan turun tajam.

Data yang lebih lemah dari perkiraan tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setidaknya 25 basis poin pada pertemuan akhir Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 22,7 persen dari 24,4 persen pada sesi sebelumnya dan 64,2 persen sepekan sebelumnya.

“Berita hari ini cukup baik karena menunjukkan ekonomi tidak sedang melaju kencang. Namun, seberapa baik sebenarnya kondisi itu? Memang, data ini membantu menghilangkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam jangka pendek, tetapi ada kekhawatiran terhadap ekonomi dan inflasi. Jadi, optimisme yang hati-hati adalah posisi yang tepat bagi investor,” kata Robert Bernstone, Head of Trading di SummitTX Capital, New York.

Dengan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga, hal itu turut mendorong saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga. Indeks real estat S&P 500 naik 0,4 persen sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 menguat 0,9 persen atau mencatat kenaikan harian terbesar dalam sebulan.

instagram embed

Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan pasar. Nvidia naik 1,3 persen, sedangkan Tesla melonjak 4,7 persen dan menjadi salah satu saham yang memberikan dorongan terbesar terhadap S&P 500. Kenaikan saham Tesla turut mengangkat indeks sektor consumer discretionary S&P 500 sebesar 1,4 persen dan menjadikannya sebagai sektor dengan kinerja terbaik dari 11 sektor utama S&P 500.

Dalam sepekan, S&P 500 turun 0,27 persen, Nasdaq naik 0,45 persen, sedangkan Dow Jones turun 1,26 persen.

Di Bursa Efek New York (NYSE), saham yang menguat mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,67 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasionya mencapai 1,34 banding 1.

S&P 500 mencatat 11 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 20 saham yang mencatat level terendah baru. Nasdaq Composite mencatat 57 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 224 saham yang mencatat level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,93 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,28 miliar saham per sesi dalam 20 hari perdagangan terakhir.