Wall Street Ditutup Menguat, Investor Sambut Sinyal Akhir Shutdown AS
ยทwaktu baca 3 menit

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada penutupan perdagangan Selasa (11/11). Kemudian indeks ekuitas global MSCI naik moderat karena investor menantikan berakhirnya penutupan pemerintah AS, sementara dolar melemah karena kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja AS.
Mengutip Reuters Dow Jones Industrial Average (.DJI) Indeks S&P 500 (.SPX) naik 559,33 poin, atau 1,18 persen, menjadi 47.927,96, mencapai rekor penutupan tertinggi. naik 14,19 poin, atau 0,21 persen, menjadi 6.846,62 dan Nasdaq Composite (.IXIC), turun 58,87 poin, atau 0,25 persen, menjadi 23.468,30.
Indeks MSCI untuk saham di seluruh dunia (.MIWD00000PUS), naik 4,15 poin, atau 0,41 persen, menjadi 1.009,12. Sebelumnya, indeks pan-Eropa STOXX 600 (.STOXX), indeks ditutup naik 1,28 persen, sementara indeks FTSEurofirst 300 Eropa (.FTEU3), berakhir naik 1,31 persen.
Senat AS pada Senin lalu menyetujui kesepakatan untuk mengembalikan pendanaan pemerintah federal setelah penutupan yang berlangsung lama. Penutupan ini sebelumnya membuat jutaan orang kesulitan mendapatkan bantuan pangan, ratusan ribu pegawai pemerintah tidak digaji, lalu lintas udara terganggu, dan rilis data ekonomi pemerintah tertunda.
Kesepakatan tersebut masih harus disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketua DPR Mike Johnson mengatakan ingin melakukan pemungutan suara secepatnya pada Rabu. Setelah lolos dari DPR, kesepakatan ini akan dikirim ke Presiden AS Donald Trump untuk disahkan menjadi undang-undang.
Wall Street mengawali sesi Selasa dengan tenang, setelah reli tajam pada hari Senin, tetapi menguat seiring berjalannya waktu. ETF Roundhill Magnificent Seven yang terkemuka melemah karena investor menarik diri dari beberapa perusahaan yang diuntungkan oleh minat terhadap teknologi AI.
ETF tersebut sempat menahan sebagian kerugiannya, tetapi Nvidia (NVDA.O) tetap menjadi penekan terbesar indeks S&P 500, dan sahamnya ditutup turun hampir 3 persen. Penurunan terjadi setelah perusahaan Jepang SoftBank Group (9984.T) mengatakan bahwa mereka telah menjual seluruh sahamnya di perusahaan chip AI itu pada Oktober.
Pasar Treasury AS ditutup karena Hari Veteran.
Dalam mata uang, dolar AS melemah terhadap euro dan yen karena kekhawatiran tentang memburuknya pasar tenaga kerja AS setelah laporan ADP menunjukkan pengusaha swasta kehilangan rata-rata 11.250 pekerjaan seminggu dalam empat minggu yang berakhir pada 25 Oktober.
Indeks dolar turun 0,19 persen menjadi 99,45, dengan euro naik 0,23 persen pada USD 1,1583. Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,01 persen menjadi 154,12. Dalam mata uang kripto, bitcoin turun 2,70 persen menjadi USD 102.759,31.
Setelah data pekerjaan sektor swasta, berdasarkan FedWatch CME Group Tools para investor memperkirakan probabilitas 67,4 persen bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, naik dari 62,4 persen pada hari Senin.
Di pasar energi, o naik sekitar USD 1 karena dampak sanksi baru AS terhadap minyak Rusia dan optimisme soal kemungkinan pemerintah AS kembali beroperasi. Namun, kekhawatiran pasokan berlebih membuat kenaikannya terbatas.
Minyak mentah AS ditutup naik 1,5 persen, atau 91 sen, pada USD 61,04 per barel sementara Brent ditutup pada USD 65,16 per barel, naik 1,72 persen atau USD 1,10 pada hari itu.
Di pasar logam mulia, harga emas naik tipis setelah mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Kenaikan ini didorong oleh harapan bahwa pemerintah AS akan kembali beroperasi dan melanjutkan rilis data ekonomi, yang bisa membuka peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga bulan depan.
Harga emas spot naik 0,31 persen menjadi USD 4.128,56 per ons, sementara emas berjangka AS naik 0,28 persen menjadi USD 4.123,50 per ons.
