Wall Street Ditutup Menguat Pasca Perjanjian Damai AS-Iran

Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (18/6). Penguatan terjadi setelah kekhawatiran terhadap inflasi mereda pasca perjanjian damai AS-Iran. Dikutip dari Reuters pada Jumat (19/6), Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 72,15 poin atau 0,14 persen menjadi 51.564,70. Indeks S&P 500 (.SPX) naik 80,48 poin atau 1,08 persen menjadi 7.500,58, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 496,28 poin atau 1,91 persen menjadi 26.517,93. Dengan pasar akan tutup pada Jumat (19/6) untuk memperingati hari libur Juneteenth yang menandai pembebasan warga kulit hitam dari perbudakan di AS, S&P 500 mencatat kenaikan mingguan 0,93 persen, Nasdaq dengan kenaikan 2,43 persen dan 0,71 persen pada Dow Jones Industrial. Adapun indeks saham semikonduktorsemikonduktor Philadelphia (.SOX) mencatat kinerja jauh lebih baik dibandingkan sektor lain dengan kenaikan 6,4 persen. Saham Intel (INTC.O) melonjak ke rekor tertinggi dan ditutup naik 10,6 persen. Sebelumnya Pesiden AS Donald Trump mengatakan bahwa produsen iPhone, Apple (AAPL.O), telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi cipnya di Amerika Serikat. Sementara itu saham-saham sektor konsumen mendapat dorongan dari segmen perjalanan karena prospek harga bahan bakar yang lebih rendah mendukung kenaikan saham perusahaan kapal pesiar dan maskapai penerbangan. Adapun indeks Dow Jones Transport Average (.DJT) ditutup naik 0,5 persen. Sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 (.RUT) naik 2 persen dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Di sisi lain, saham sektor perangkat lunak dan layanan dalam S&P 500 (.SPLRCIS) justru turun 0,7 persen setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan muncul setelah saham Accenture (ACN.N) anjlok 18 persen menyusul pemangkasan batas atas proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan. Saham perusahaan sejenis seperti Cognizant Technology Solutions (CTSH.O), Gartner (IT.N), dan IBM (IBM.N) juga turun 4,5 persen hingga 10,5 persen. Sedangkan, saham perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan milik Elon Musk, SpaceX (SPCX.O) turun 3,6 persen untuk hari kedua berturut-turut setelah sempat melonjak tajam pada beberapa hari pertama perdagangan usai debutnya di pasar saham pada Jumat lalu. Sebanyak 33,59 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 21,83 miliar saham dalam 20 sesi terakhir. Jumlah saham yang naik melampaui saham yang turun dengan rasio 1,72 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 286 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 183 saham yang menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 3.136 saham naik dan 1.773 saham turun, dengan rasio saham yang menguat terhadap yang melemah sebesar 1,77 banding 1. S&P 500 mencatat 29 saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan 27 saham yang menyentuh level terendah dalam periode yang sama, sementara Nasdaq Composite membukukan 123 saham dengan rekor tertinggi baru dan 152 saham dengan level terendah baru.
