Kumparan Logo

Wall Street Ditutup Naik, Ditopang Saham Teknologi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (25/4). Hal ini disebabkan oleh dorongan kuat dari saham-saham teknologi di saat para investor mengkaji beragam pendapatan perusahaan dan mengamati tanda-tanda kemajuan dalam kebuntuan tarif AS dengan China.

Dikutip dari Reuters, Jumat (25/4), Industri Dow Jones (.DJI) naik 486,83 poin atau 1,23 persen menjadi 40.093,40. S&P 500 (.SPX) naik 108,91 poin atau 2,03 persen menjadi 5.484,77, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 457,99 poin atau 2,74 persen menjadi 17.166,04.

Sebelumnya China telah meminta AS untuk membatalkan tarif barang-barang China. Permintaan ini menyusul komentar dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang sempat mengisyaratkan Gedung Putih mungkin bersedia meredakan ketegangan perdagangan yang telah mengguncang pasar selama berminggu-minggu

“Pelonggaran retorika tarif adalah bagian dari alasan mengapa Anda melihat chip memimpin karena mereka telah menjadi sasaran utama dalam perselisihan perdagangan antara Tiongkok dan AS," kata Paul Nolte, penasihat senior kekayaan & ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest di Elmhurst, Illinois.

Saham Alfabet (GOOGL.O) naik 3,93 persen dalam perdagangan lanjutan setelah induk perusahaan Google itu melampaui estimasi pendapatan kuartalan. Selain itu saham pembuat mainan Hasbro (HAS.O) juga naik 14,6 persen karena melampaui ekspektasi yang dibantu oleh kekuatan segmen mainannya.

Semengtara itu saham Procter & Gamble turun 3,7 persen dan PepsiCo anjlok 4,9 persen. Dari 157 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini, 74 persen telah melampaui ekspektasi. Saat ini analis meyakini pertumbuhan laba agregat S&P 500 sebesar 8,9 perseb tahun-ke-tahun, naik dari 8,0 persn per 1 April, menurut LSEG.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua sektor naik kecuali barang kebutuhan pokok konsumen (.SPLRCS) dengan saham teknologi (.SPLRCT) naik 3,5 persen. Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 5,84 banding 1 di NYSE. Ada 50 harga tertinggi baru dan 30 harga terendah baru di NYSE.