Wall Street Melemah Dipengaruhi Imbal Hasil Treasury dan Kekhawatiran Suku Bunga

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, melemah pada perdagangan Rabu (29/5) di tengah kenaikan imbal hasil treasury dan kekhawatiran mengenai waktu dan skala peluang penurunan suku bunga dari Federal Reserve.
Dikutip dari Reuters, Kamis (30/5), S&P 500 turun 39,09 poin atau 0,74 persen menjadi 5.266,95. Nasdaq Composite anjlok 99,3 poin atau 0,58 persen menjadi 16.920,58. Dow Jones Industrial Average turun 411,32 poin atau 1,06 persen menjadi 38.411,54.
Dow turun lebih dari 1 persen dan mencapai level terendah dalam hampir sebulan. Seluruh sektor di S&P 500 juga berakhir lebih rendah, dengan sektor utilitas yang sensitif terhadap suku bunga masuk di antara sektor-sektor yang mengalami penurunan terbesar.
“Anda terus melihat kenaikan imbal hasil obligasi yang menekan ekuitas. Ini merupakan kelanjutan dari pemulihan yang tidak stabil dan tidak merata ini,” ujar James Abate, fund manager dari Center American Select Equity.
Benturan ekspektasi mengenai besaran dan waktu potensi penurunan suku bunga telah membuat pasar tetap gelisah sejak awal tahun ini.
Inflasi yang stagnan dan komentar hawkish dari para gubernur Bank Sentral telah memaksa para pelaku pasar untuk menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga menjadi hanya satu kali pada bulan November atau Desember, menurut CME FedWatch Tool, dari sebagian penurunan yang diharapkan pada awal tahun.
Saham-saham telah menahan kerugian usai dirilisnya Beige Book, sebuah survei yang dilakukan oleh Fed AS. Laporan itu menunjukkan aktivitas ekonomi AS terus meningkat dari awal April hingga pertengahan Mei.
Perusahaan-perusahaan menjadi lebih pesimis terhadap masa depan, sedangkan inflasi meningkat dengan laju yang tidak terlalu besar. Fokus utama pekan ini yaitu rilis data pengeluaran konsumsi pribadi bulan April pada hari Jumat sebagai ukuran inflasi The Fed.
