Wall Street Melemah Usai Tertekan Saham Perangkat Lunak

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/9), dengan saham Salesforce dan perusahaan perangkat lunak lainnya yang mengalami penurunan. Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 0,58 persen menjadi 7.673,52 poin pada akhir perdagangan. Nasdaq melemah 0,32 persen menjadi 26.421,41 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,18 persen menjadi 52.786,07 poin. Saham Salesforce dan Intuit masing-masing turun sekitar 4 persen sementara ServiceNow melemah 5 persen. Peluncuran model terbaru OpenAI, GPT-6 Astra, pada pekan lalu kembali memicu spekulasi kecerdasan buatan (AI) dapat bersaing dengan layanan yang selama ini ditawarkan perusahaan perangkat lunak khusus. Indeks S&P 500 untuk sektor perangkat lunak dan jasa turun 1,4 persen melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut. “Astra kembali memicu kekhawatiran mengenai disrupsi terhadap industri perangkat lunak dan menghidupkan kembali tren lama yang sempat kita lihat selama beberapa waktu, ketika saham semikonduktor dan perusahaan yang diuntungkan dari belanja modal pusat data berkinerja baik, sementara saham perusahaan perangkat lunak justru berkinerja buruk,” kata portfolio manager di Argent Capital Management, Jed Ellerbroek. Intel melonjak 9 persen, sementara Qualcomm naik 3,2 persen setelah keduanya mencapai kesepakatan dengan Amazon untuk mengembangkan chip AI khusus. Di sisi lain, perang di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, sementara investor menantikan data inflasi yang dapat memengaruhi peluang kenaikan suku bunga. Pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve AS pada 15-16 September, setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pekan lalu bahwa perusahaan-perusahaan menambah tenaga kerja jauh lebih banyak dari perkiraan pada Agustus. Data indeks harga produsen dan indeks harga konsumen yang akan dirilis pekan ini dinilai menjadi indikator penting menjelang keputusan tersebut. Para pembuat kebijakan mencari bukti lebih lanjut mengenai tekanan inflasi terus mereda. Menurut perangkat CME FedWatch, pelaku pasar melihat peluang 60 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan. Saham Apple turun 1,2 persen, sehari sebelum perusahaan diperkirakan memperkenalkan smartphone terbarunya dalam sebuah acara yang digelar di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus. Aktivitas perdagangan di bursa AS cukup tinggi, dengan 15,7 miliar saham berpindah tangan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata 14,9 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya. S&P 500 telah menguat sekitar 12 persen sepanjang 2026, tetapi masih berada sekitar 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 13 Agustus. Berdasarkan data LSEG, indeks saham acuan tersebut kini memiliki valuasi sebesar 19 kali proyeksi laba, turun dari 21 kali pada awal Juni. Penurunan valuasi ini menunjukkan peningkatan ekspektasi laba setelah kinerja laporan keuangan kuartal II yang kuat. Meski optimisme terhadap laba meningkat, perang antara AS-Israel dan Iran masih menjadi beban bagi pasar saham. Harga minyak sempat menyentuh level tertinggi dalam enam pekan pada Selasa (8/9) setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Serangan itu menyebabkan fasilitas minyak terbakar dan mengancam perluasan besar-besaran perang Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam bulan. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz melambat setelah Iran pada Senin (7/9) mengancam akan melakukan aksi balasan jika terjadi serangan baru dari AS. “Konflik antara AS dan Iran mulai terlihat bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan lebih sebagai latar belakang jangka panjang bagi pasar,” kata CEO loanDepot, Jeff DerGurahian. Indeks sektor energi S&P 500 naik 1 persen, dengan saham Marathon Petroleum menguat 2,4 persen dan Occidental Petroleum naik 1 persen. Sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS yang relatif bebas risiko dalam beberapa pekan terakhir berada pada level tinggi, yang membuat investor semakin kurang tertarik mengambil risiko tambahan dengan membeli saham. Saham-saham kripto turut melemah setelah harga bitcoin turun dari level USD 80.000. Coinbase turun 3,1 persen, sedangkan Strategy melemah 4,4 persen. Jumlah saham yang turun di dalam indeks S&P 500 lebih banyak dibandingkan saham yang menguat dengan rasio 2,4 berbanding 1. S&P 500 mencatat lima saham mencapai level tertinggi baru dan 10 saham mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 55 saham mencapai level tertinggi baru dan 136 saham mencapai level terendah baru.
