Wall Street Menguat, Data Inflasi AS Beri Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed
·waktu baca 2 menit

Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan hari Selasa (14/11) yang dipimpin oleh Nasdaq, karena data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan mendukung pendapat Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga.
Mengutip Reuters, Rabu (15/11), S&P 500 naik 84,48 poin atau 1,91 persen menjadi berakhir pada 4.496,03 poin. Sedangkan Nasdaq Composite naik 325,03 poin atau 2,36 persen menjadi 14.094,38. Dow Jones Industrial Average naik 488,84 poin atau 1,42 persen menjadi 34.826,71.
Data menunjukkan harga konsumen AS tidak berubah pada bulan Oktober karena masyarakat Amerika membayar bensin dengan harga lebih rendah, serta kenaikan inflasi tahunan merupakan hal yang terkecil dalam dua tahun terakhir.
Selama 12 bulan hingga Oktober, indeks harga konsumen atau CPI naik 3,2 persen di bawah perkiraan ekonom usai naik 3,7 persen pada bulan September.
“Katalis yang jelas adalah laporan inflasi yang lebih lemah dari perkiraan,” ujar Craig Fehr, kepala strategi investasi di Edward Jones.
“Mendapat pembacaan inflasi yang lebih lemah memberi kenyamanan tambahan bahwa Fed tidak perlu menerapkan sejumlah besar kebijakan pembatasan tambahan untuk terus menurunkan harga konsumen,” lanjutnya.
Sejak Maret 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin untuk melawan inflasi yang tinggi.
Investor juga fokus pada negosiasi yang dilakukan anggota parlemen AS mengenai rancangan undang-undang pendanaan, karena mereka menghadapi tenggat waktu akhir minggu ini untuk mendanai pemerintah federal.
