Kumparan Logo

Wall Street Menguat, Pasar Sambut Positif Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (28/5) setelah laporan media menyebut AS dan Iran telah mencapai rancangan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 24,69 poin atau 0,05 persen menjadi 50.668,97. Sementara itu, S&P 500 menguat 43,27 poin atau 0,58 persen ke level 7.563,63 dan Nasdaq Composite melonjak 242,74 poin atau 0,91 persen menjadi 26.917,47.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada Kamis (28/5). Dow Jones yang sempat bergerak terbatas sepanjang sesi perdagangan akhirnya berhasil mencatat kenaikan tipis pada perdagangan sore dan ditutup di rekor tertinggi baru.

Sumber Reuters mengatakan kesepakatan gencatan senjata itu masih membutuhkan persetujuan Presiden AS Donald Trump. Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim menyebut teks nota kesepahaman potensial dengan AS belum difinalisasi maupun dikonfirmasi.

“Trader sangat sensitif terhadap perubahan kabar terkait kesepakatan ini dan cenderung mengambil posisi beli agar tidak tertinggal jika hasil akhirnya lebih baik dari perkiraan. Tantangan terbesarnya adalah tekanan inflasi kemungkinan tidak akan mereda secepat yang diinginkan pasar,” kata Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox.

Data ekonomi menunjukkan inflasi AS pada April meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir, didorong kenaikan harga energi di tengah perang Iran.

Sementara itu, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal I direvisi turun menjadi 1,6 persen secara tahunan, dengan momentum ekonomi diperkirakan melambat pada kuartal ini.

Indeks sektor kesehatan S&P 500 mencatat kenaikan kuat. Saham Eli Lilly naik 4 persen setelah CVS Health mengatakan akan kembali memasukkan suntikan penurun berat badan Zepbound ke dalam cakupan layanannya serta menambahkan pil obesitas terbaru perusahaan tersebut, Foundayo.

Saham-saham teknologi juga menguat. Microsoft naik 3,5 persen setelah situs berita The Information melaporkan perusahaan akan meluncurkan model coding baru pekan depan.

Kepercayaan pasar yang kembali meningkat terhadap AI dan momentum pertumbuhan laba perusahaan menjadi penopang reli pasar terbaru meskipun ketegangan di Timur Tengah meningkatkan ekspektasi inflasi.

“Pasar terus cenderung mengabaikan risiko-risiko tersebut karena ekonomi global dan laba perusahaan masih relatif tangguh,” kata Deputy CIO Solutions and Multi-Assets Morgan Stanley Investment Management, Jitania Kandhari.

Menurutnya, meskipun S&P 500 saat ini diperdagangkan pada kisaran 21 hingga 22 kali proyeksi laba ke depan dibanding rata-rata 10 tahun sebesar 19,7 kali, investor tidak terlalu khawatir karena ekspektasi pertumbuhan laba meningkat lebih cepat dibanding kenaikan harga saham.

Saham perusahaan drone turut menguat setelah Wall Street Journal melaporkan pemerintahan Trump tengah berdiskusi untuk mendanai perusahaan drone. Saham Unusual Machines melonjak hampir 11 persen.

Jumlah saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,74 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE). Tercatat ada 526 saham mencetak level tertinggi baru dan 99 saham menyentuh level terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, sebanyak 3.114 saham menguat dan 1.728 saham melemah, dengan rasio saham naik dibanding turun sebesar 1,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 18 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 10 saham menyentuh level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 127 saham mencapai level tertinggi baru dan 65 saham menyentuh level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,2 miliar saham, dibanding rata-rata 19,03 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

instagram embed