Kumparan Logo

Wall Street Menguat, Saham Teknologi dan AI Jadi Penopang Pasar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Nasdaq. Foto: Shutterstock AI/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nasdaq. Foto: Shutterstock AI/Shutterstock

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (25/9), didorong oleh saham Microsoft dan sejumlah perusahaan teknologi terkait kecerdasan buatan (AI). Namun, kenaikan harga minyak dan lonjakan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) membuat investor tetap waspada.

Mengutip Reuters, kenaikan indeks S&P 500 dan Nasdaq menutup pekan yang volatil. Pergerakan pasar dipengaruhi ketidakpastian mengenai industri yang akan diuntungkan maupun terdampak perkembangan AI, serta kekhawatiran terkait perang AS dengan Iran dan lonjakan imbal hasil Treasury AS.

Indeks S&P 500 naik 0,51 persen dan ditutup di level 7.743,41. Nasdaq menguat 0,48 persen menjadi 27.068,72, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,93 persen ke level 51.828,62.

Saham Microsoft (MSFT) melonjak 3,7 persen, sehingga kenaikannya sepanjang 2026 mencapai 7 persen. Penguatan terjadi setelah raksasa perangkat lunak tersebut memperkenalkan sejumlah kemampuan baru pada aplikasi Copilot, termasuk alat untuk pemrograman dan agen AI yang dapat bekerja secara terus-menerus.

Saham produsen chip Qualcomm (QCOM) naik 4 persen, sementara Dell (DELL) menguat 5 persen.

New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street, New York City. Foto: Angela Weiss / AFP

Saham Akamai Technologies (AKAM) juga melonjak 3,2 persen setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan layanan cloud senilai USD 11,6 miliar dengan Anthropic, perusahaan AI. Kesepakatan tersebut mencakup waran yang berpotensi memberikan Anthropic kepemilikan hingga 5 persen di Akamai.

“Ini merupakan hal yang positif dari sudut pandang bahwa orang-orang masih berinvestasi dan kesepakatan masih terus dibuat. Ini merupakan kesepakatan yang saling terkait, jadi oke saja tetapi saham Akamai naik," kata Thomas Martin, senior portfolio manager di Globalt Investments, Atlanta.

Sementara itu, saham Meta Platforms (META) turun 3,3 persen. Meski demikian, saham perusahaan media sosial tersebut telah melonjak sekitar 13 persen sepanjang pekan ini setelah agen AI Muse mendapat respons positif. Analis menilai perkembangan tersebut dapat menguntungkan perusahaan infrastruktur teknologi, tetapi berpotensi memberikan tekanan terhadap perbankan, platform belanja online, dan bisnis konsumen lainnya.

Dari 11 sektor dalam S&P 500, sebanyak tujuh sektor menguat. Sektor teknologi informasi memimpin kenaikan dengan penguatan 0,91 persen, disusul sektor industri yang naik 0,6 persen.

Secara mingguan, S&P 500 naik 1,2 persen, sedangkan Nasdaq menguat 2 persen setelah mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pada Selasa.

Data LSEG menunjukkan S&P 500 diperdagangkan sedikit di bawah 19 kali proyeksi laba pada pekan ini. Valuasi tersebut merupakan yang terendah sejak 2023. Kenaikan ekspektasi laba belakangan ini sebagian besar didorong oleh perusahaan-perusahaan besar yang terkait dengan AI.

Sentimen pasar juga terbantu laporan bahwa negosiator AS dan Iran masih menjajaki jalur bertahap untuk mengakhiri perang. Skema tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran dan pencabutan blokade ekonomi oleh Washington.

Data ekonomi AS juga menunjukkan belanja modal terkait AI yang kuat mendorong permintaan barang modal manufaktur utama, melampaui ekspektasi pada Agustus.

Harga minyak mentah Brent sedikit turun, tetapi masih berada di atas USD 100 per barel. Sementara itu, imbal hasil surat utang Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun. Imbal hasil tersebut terakhir naik 3,4 basis poin menjadi 5,196 persen.

Pelaku pasar memperkirakan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Oktober mencapai 66 persen. Angka tersebut meningkat dari sekitar 50 persen pada awal pekan, berdasarkan CME Group FedWatch Tool.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah melakukan “pertemuan yang sangat produktif” dengan Presiden China Xi Jinping. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari yang lebih banyak menunjukkan diplomasi personal dibandingkan terobosan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Saham penerbit majalah People Inc (PPLI) melonjak 11 persen setelah laporan menyebut MGM Resorts International (MGM) tengah membahas kemungkinan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan tersebut.

Ibu Negara Tiongkok Peng Liyuan, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump, dan Ibu Negara AS Melania Trump berfoto bersama menjelang jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih, Washington, Kamis (24/9/2026). Foto: Brendan Smialowski / AFP

Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah. Sebanyak 14,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 16,8 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Di S&P 500, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio 1,9 banding 1.

S&P 500 mencatat tiga saham yang mencapai level tertinggi baru dan 31 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 54 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 175 saham yang mencatat level terendah baru.