Wall Street Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Indeks saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/11). Hal itu ditopang oleh keyakinan investor bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lagi.
Mengutip Reuters, Jumat (3/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 564,5 poin menjadi 33.839,08, S&P 500 (.SPX) bertambah 79,92 poin menjadi 4.317,78 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 232,72 poin menjadi 13.294,19.
The Fed baru saja menahan suku bunga acuannya di level 5,25-5,50 persen. Sayangnya Gubernur The Fed Jerome Powell menekankan jika inflasi tidak turun secepat keinginan mereka, maka masih ada potensi kenaikan suku bunga.
Komentar tersebut dipandang sebagai petunjuk bahwa bank sentral sudah selesai menaikkan suku bunganya. Sejalan dengan hal itu, imbal hasil Treasury AS yang berjangka lebih panjang anjlok.
“Komentar Powell di konferensi pers kemarin adalah apa yang ingin didengar semua orang,” kata Wakil Presiden Penelitian Ekuitas Ameriprise, Justin Burgin.
Burgin juga mengungkapkan penguatan Wall Street disebabkan oleh laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan investor. Meskipun panduan kuartal saat ini lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, Burgin mengatakan para analis masih memperkirakan pertumbuhan.
Berdasarkan data LSEG, Wall Street memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal keempat sebesar 7,2 persen turun dari 11 persen pada 1 Oktober, sebelum musim pelaporan dimulai. sementara di kuartal ketiga, laporan keuangan 80,9 persen perusahaan melampaui ekspektasi analis.
