Wall Street Merosot Tajam, Investor Khawatir Tarif Trump Picu Resesi

4 April 2025 7:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penghormatan kepada Ratu Elizabeth muncul di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di Times Square, di New York, AS, Kamis (8/9/2022). Foto: Andrew Kelly/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Penghormatan kepada Ratu Elizabeth muncul di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di Times Square, di New York, AS, Kamis (8/9/2022). Foto: Andrew Kelly/Reuters
ADVERTISEMENT
Indeks utama Wall Street anjlok pada Kamis dengan penurunan transaksi harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran perang dagang dan potensi resesi ekonomi global.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 (.SPX) turun 275,05 poin atau 4,85 persen, ditutup di level 5.395,92. Nasdaq Composite (.IXIC) merosot 1.053,60 poin atau 5,99 persen menjadi 16.547,45, sementara Dow Jones Industrial Average (.DJI) kehilangan 1.682,61 poin atau 3,98 persen, berakhir di 40.542,71.
Investor bergegas meninggalkan aset berisiko dan beralih ke obligasi pemerintah setelah Trump mengumumkan tarif 10 persen terhadap sebagian besar impor AS, serta pungutan yang jauh lebih tinggi bagi puluhan negara lainnya.
Langkah ini dikhawatirkan dapat mengganggu tatanan perdagangan global, yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan saham berkat janji kebijakan ramah bisnis dari pemerintahan Trump.
Kekhawatiran semakin meningkat terkait bagaimana negara lain akan merespons kebijakan tersebut. China dan Uni Eropa telah menyatakan akan membalas, dengan UE menghadapi bea masuk sebesar 20 persen.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Korea Selatan, Meksiko, India, dan beberapa mitra dagang lainnya memilih menunda tindakan balasan sambil menegosiasikan konsesi sebelum tarif mulai berlaku pada 9 April.
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
Beberapa hari ke depan diperkirakan akan penuh gejolak seiring dengan reaksi pasar dan dampak lebih luas dari kebijakan ekonomi Trump. Indeks Volatilitas CBOE (.VIX), yang dikenal sebagai ukuran ketakutan di Wall Street, mencapai titik tertinggi dalam tiga minggu.
"Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab," kata Steven DeSanctis, ahli strategi kapitalisasi kecil dan menengah di Jefferies Financial Group.
Saham teknologi yang selama ini menjadi pendorong utama reli di Wall Street mengalami kejatuhan signifikan.
Saham Apple (AAPL.O) anjlok akibat dampak tarif gabungan sebesar 54 persen terhadap China, negara yang menjadi basis utama manufaktur iPhone. Nvidia (NVDA.O) dan Amazon.com (AMZN.O) juga mengalami penurunan tajam.
ADVERTISEMENT
Pasar saham AS telah mengalami pelemahan sejak Trump mulai menjabat pada Januari. S&P 500 dan Nasdaq telah turun 10 persen dari rekor tertinggi bulan lalu, menandai koreksi pasar seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari kebijakan tarif ini.