Kumparan Logo

Wamen Investasi Sebut Toyota-Pertamina Bakal Garap Proyek Bioetanol di Lampung

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu di Jepang. Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu di Jepang. Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan Toyota Motor Corporation akan bekerja sama dengan Pertamina New Renewable Energy (Pertamina NRE), untuk menggarap proyek pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia.

Adapun proyek pengembangan Bioetanol tersebut berlokasi di Lampung, berkapasitas produksi sekitar 60.000 kiloliter per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp 2,5 triliun.

“Sebagai bagian dari strategi menekan impor BBM yang masih tinggi, pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan mandatory blending bioetanol dalam bensin sebesar 10 persen yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027, kami melihat potensi besar kerja sama dengan Toyota untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bioetanol di kawasan,” jelas Todotua dalam keterangannya, dikutip Senin (10/11).

Adapun hal tersebut berdasarkan hasil pertemuan antara Todotua dengan CEO of Asia Region Toyota Motor Corporation, Masahiko Maeda, pada pekan lalu.

Menurut Todotua, kebutuhan bahan bakar di dalam negeri saat ini mencapai lebih dari 40 juta kiloliter per tahun. Dengan adanya kewajiban penerapan E10, Indonesia diperkirakan memerlukan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol pada 2027.

"Peluang inilah yang ditangkap oleh Toyota yang juga sudah mengembangkan mobil berbahan bakar bioetanol di banyak negara," katanya.

Mengacu pada Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis milik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, beberapa wilayah seperti Lampung telah dipersiapkan sebagai pusat pengembangan industri bioetanol. Pengembangan ini akan memanfaatkan bahan baku lokal seperti tebu, singkong, dan sorgum.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu bertemu CEO Toyota Asia Region di Jepang. Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Investasi di sektor tersebut diperkirakan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

“Sebagai pionir project, tadi sudah didiskusikan akan bekerja sama dengan Pertamina NRE (New Renewable Energy) di Lampung. Untuk bahan bakunya juga tidak hanya dari perusahaan, tapi juga melibatkan petani dan koperasi tani setempat sehingga juga dapat menggerakkan perekonomian di daerah. Nantinya untuk suplai energi juga diintegrasikan dengan plant geothermal dan hidrogen milik Pertamina” jelas Todotua.

Todotua menyatakan baik Toyota maupun Pertamina akan segera melakukan studi bersama dan kunjungan lokasi ke Lampung. Targetnya, perusahaan patungan (joint venture) diharapkan sudah terbentuk pada awal 2026.

"Investasi ini menjadi langkah awal yang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara lain," tutur Todotua.

Adapun dalam kesempatan yang sama, Toyota, melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyampaikan minat untuk berinvestasi dalam pengembangan industri bioetanol di Indonesia.

“Kolaborasi ini dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan biofuel generasi berikutnya. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam dan lahan pertanian yang luas, sementara Jepang memiliki keunggulan teknologi. Kombinasi keduanya akan menghasilkan dampak nyata bagi ketahanan energi dan ekonomi hijau,” kata Todotua.

instagram embed