Wamen Todotua Ungkap 3 Sektor Sasaran Investasi China di RI
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengatakan, China menjadi negara yang berminat untuk melakukan investasi di Indonesia pada beberapa sektor.
Menurutnya, ada tiga sektor yang dilirik, yakni hilirisasi, manufaktur, dan energi. Nantinya pemrosesan smelter juga akan menjadi fokus investasi China.
“Khususnya kan kita kalau bicara hilirisasi, yang sukses itu kan adalah di nikel, community nikel, dan itu boleh kita bilang 80 persenan ke 90 persenan itu playernya datang dari China, itu satu,” kata Todotua usai acara Inaugural Global Business Summit on Belt and Road Infrastructure di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta Selatan pada Minggu (25/5).
Di urutan kedua adalah sektor manufaktur. Menurut Todotua, investasi ini bisa terwujud, mengingat industri manufaktur di China sudah sangat maju.
“Maka advance manufakturnya mereka besar, manufakturnya itu macam-macam, mulai dari sepatu, pakaian, dan lain-lain itu. Mereka memang lihat market-market besar di sini,” ujarnya.
Sektor energi menjadi sektor di posisi ketiga yang turut menjadi incaran utama dari China. Menurut Todotua, sektor energi Indonesia lebih maju, sehingga transfer teknologi juga diperlukan.
“Kami ada bertemu dengan China Energy, konsumsi batu bara China saja untuk energi mereka pakai USD 4 miliar setahun. Artinya mereka masih skala besar ini, tapi menuju kepada energy green, mereka juga sudah advance duluan, itu yang kita butuhkan,” kata Todotua.
Todotua melihat Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi China, melainkan partner teknologi agar dapat berkembang. Untuk sektor Electric Vehichle (EV) Todotua juga mengungkap ada mobil listrik China selain BYD dan Vinvast yang akan masuk ke Indonesia.
"Kalau enggak salah saya pernah terima kan Aion, beberapa brand-brand China itu juga memang sudah banyak yang berpenetrasi. Cuma strateginya berbeda-beda, kalau BYD mereka bangun manufakturnya dari awal, kemudian ada juga yang punya strategi yang ber-partner juga dengan assembly group yang di sini," kata Todotua.
