Kumparan Logo

Wamenhub: Pemesanan Private Jet Selama Lebaran 2026 Meningkat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi private jet. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi private jet. Foto: Shutter Stock

Wamenhub Suntana menyebut tren peningkatan aktivitas penerbangan selama periode Lebaran tahun ini, termasuk lonjakan pemesanan private jet.

"Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu, ya. Ya, karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet, pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini," kata Suntana kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Suntana juga menanggapi terkait pembatasan penerbangan domestik seperti yang terjadi di Vietnam akibat kekurangan avtur. Ia menegaskan pemerintah Indonesia masih melakukan evaluasi untuk menjaga stabilitas layanan penerbangan.

"Kita sedang mengevaluasi berbagai langkah untuk menjamin, menjamin bahwa penerbangan kita kembali normal seperti biasa. Sebagai data saja sebenarnya penerbangan kita sejak sebelum COVID ini sudah kembali normal. Nah, tapi ada beberapa langkah dan peningkatan animo. Nah, kita lihat ketersediaan maskapai kita. Kalau maskapai kita memang belum cukup mungkin berbagai pola untuk memenuhi animo masyarakat akan dilaksanakan," ucapnya.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana saat menyapa para pemudik di Rest Area Losarang Indramayu, Rabu (26/3/2025). Foto: kumparan

Ia juga menyinggung dampak konflik di Timur Tengah terhadap rute penerbangan internasional, khususnya terkait zona larangan terbang yang dinilai berisiko.

“Memang beberapa penerbangan yang melewati zona larangan terbang karena akibat perang tentu kita evaluasi karena memang sangat membahayakan, ya. Tapi syukur alhamdulillah beberapa kegiatan saudara-saudara kita melaksanakan ibadah umrah dan haji tetap berjalan," ujar dia.

Lebih lanjut, Suntana menuturkan ada tren perpindahan tujuan selama libur Lebaran. Masyarakat yang biasanya liburan ke Eropa, berpindah tujuan ke Asia.

"Memang kemarin ada perpindahan tujuan itu. Teman-teman yang dulu mungkin mendaftarnya ke arah Eropa untuk liburan itu kemarin pada bergeser karena memang pesawatnya itu kan dapat alami zona larangan terbang. Jadi bergeser liburannya ke arah wilayah China, Jepang dan lain-lain," tandasnya.